POSMETROSUMUT.COM | LABUHANBATU UTARA - Perayaan Paskah 2026 di Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, tidak hanya diisi dengan kegiatan liturgi keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial. Dewan Pengurus Paroki (DPP) Gereja Katolik St. Pius X Aek Kanopan menggelar kegiatan donor darah yang berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah dari umat dan masyarakat sekitar.
Kegiatan sosial ini berlangsung pada Minggu (19 April 2026) di Sekolah SMA St. Yosep Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, yang juga merupakan areal komplek Paroki St. Pius X Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Aksi donor darah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Seksi Kesehatan Paroki, Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Labuhanbatu Utara, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, setelah umat mengikuti perayaan Misa Paskah di Gereja Katolik St. Pius X Aek Kanopan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk implementasi nilai kasih dan pengorbanan yang menjadi esensi perayaan Paskah.
Ketua Seksi Kesehatan Paroki, dr. Sartono Sutanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran umat dan masyarakat tentang pentingnya donor darah secara rutin. Selain itu, aksi ini juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Labuhanbatu Utara.
“Donor darah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Tercatat sebanyak 45 orang mendaftar sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 40 orang berhasil mendonorkan darahnya setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Sementara itu, lima orang lainnya dinyatakan belum memenuhi syarat untuk donor, salah satunya karena tekanan darah rendah.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Ketua Pemuda Katolik Komcab Labuhanbatu Utara, Jhohanes Situmorang, SH, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Katolik tidak hanya aktif dalam kegiatan internal gereja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata seperti donor darah ini,” katanya.
Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik St. Pius X Aek Kanopan, Giovanno Sinaga, OFM Cap, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari panggilan iman untuk melayani sesama.
“Paskah adalah momentum kebangkitan dan harapan. Melalui donor darah ini, kita berbagi kehidupan kepada orang lain. Ini adalah wujud konkret dari kasih yang diajarkan Kristus,” ungkapnya.
Dari sisi medis, kegiatan ini juga berjalan sesuai prosedur standar. Tim dari PMI Kabupaten Labuhanbatu Utara melakukan pemeriksaan kesehatan awal, termasuk pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi umum calon pendonor. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa donor darah aman bagi pendonor maupun penerima.
PMI setempat mengapresiasi inisiatif Paroki St. Pius X Aek Kanopan yang secara aktif berkontribusi dalam membantu penyediaan stok darah. Ketersediaan darah yang cukup menjadi salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah.
Kegiatan donor darah seperti ini dinilai memiliki dampak signifikan, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dalam membangun solidaritas sosial. Partisipasi masyarakat lintas latar belakang menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu yang kuat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang manfaat donor darah, baik bagi penerima maupun pendonor. Secara medis, donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk merangsang produksi sel darah merah baru.
Ke depan, pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala, tidak hanya pada momen Paskah, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan stok darah yang stabil sepanjang tahun. Dengan keberhasilan mengumpulkan 40 kantong darah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara gereja, organisasi kepemudaan, dan lembaga kemanusiaan dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Perayaan Paskah yang biasanya identik dengan ibadah dan refleksi spiritual, kali ini diperluas maknanya melalui aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Donor darah menjadi simbol nyata dari semangat berbagi dan kepedulian yang menjadi inti dari perayaan tersebut.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan kesehatan, kegiatan seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana komunitas lokal dapat berperan aktif dalam membantu sesama. Tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Penulis: (J/Red)
www.posmetrosumut.com
Kegiatan sosial ini berlangsung pada Minggu (19 April 2026) di Sekolah SMA St. Yosep Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, yang juga merupakan areal komplek Paroki St. Pius X Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Aksi donor darah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Seksi Kesehatan Paroki, Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Labuhanbatu Utara, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, setelah umat mengikuti perayaan Misa Paskah di Gereja Katolik St. Pius X Aek Kanopan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk implementasi nilai kasih dan pengorbanan yang menjadi esensi perayaan Paskah.
Ketua Seksi Kesehatan Paroki, dr. Sartono Sutanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran umat dan masyarakat tentang pentingnya donor darah secara rutin. Selain itu, aksi ini juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Labuhanbatu Utara.
“Donor darah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Tercatat sebanyak 45 orang mendaftar sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 40 orang berhasil mendonorkan darahnya setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Sementara itu, lima orang lainnya dinyatakan belum memenuhi syarat untuk donor, salah satunya karena tekanan darah rendah.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Ketua Pemuda Katolik Komcab Labuhanbatu Utara, Jhohanes Situmorang, SH, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Katolik tidak hanya aktif dalam kegiatan internal gereja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata seperti donor darah ini,” katanya.
Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik St. Pius X Aek Kanopan, Giovanno Sinaga, OFM Cap, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari panggilan iman untuk melayani sesama.
“Paskah adalah momentum kebangkitan dan harapan. Melalui donor darah ini, kita berbagi kehidupan kepada orang lain. Ini adalah wujud konkret dari kasih yang diajarkan Kristus,” ungkapnya.
Dari sisi medis, kegiatan ini juga berjalan sesuai prosedur standar. Tim dari PMI Kabupaten Labuhanbatu Utara melakukan pemeriksaan kesehatan awal, termasuk pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi umum calon pendonor. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa donor darah aman bagi pendonor maupun penerima.
PMI setempat mengapresiasi inisiatif Paroki St. Pius X Aek Kanopan yang secara aktif berkontribusi dalam membantu penyediaan stok darah. Ketersediaan darah yang cukup menjadi salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah.
Kegiatan donor darah seperti ini dinilai memiliki dampak signifikan, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dalam membangun solidaritas sosial. Partisipasi masyarakat lintas latar belakang menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu yang kuat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang manfaat donor darah, baik bagi penerima maupun pendonor. Secara medis, donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk merangsang produksi sel darah merah baru.
Ke depan, pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala, tidak hanya pada momen Paskah, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan stok darah yang stabil sepanjang tahun. Dengan keberhasilan mengumpulkan 40 kantong darah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara gereja, organisasi kepemudaan, dan lembaga kemanusiaan dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Perayaan Paskah yang biasanya identik dengan ibadah dan refleksi spiritual, kali ini diperluas maknanya melalui aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Donor darah menjadi simbol nyata dari semangat berbagi dan kepedulian yang menjadi inti dari perayaan tersebut.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan kesehatan, kegiatan seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana komunitas lokal dapat berperan aktif dalam membantu sesama. Tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Penulis: (J/Red)
www.posmetrosumut.com





This post have 0 comments