Selasa, 14 April 2026

author photo
parulian silalahi
POSMETROSUMUT.COM | MEDAN - Pernyataan mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla dalam sebuah ceramah yang beredar di media sosial menimbulkan perdebatan di ruang publik.

Situasi yang kian menjadi tidak kondusif tersebut menyita perhatian Pemuda Katolik dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) untuk menginsiasi membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya. Minggu, (12/4/2026).

Pernyataan kontroversi Jusuf Kalla tentang pandangannya bahwa Islam dan Kristen sama-sama berpendapat, mati atau mematikan orang (musuh) itu syahid, mendapatkan respon dari Ketua Pemuda Katolik Komda Sumatera Utara.

Parulian Silalahi sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Sumatera Utara melalui pesan singkatnya kepada media Posmetrosumut.com, Selasa, (14/4/2026) menyayangkan serta menilai pernyataan tersebut menyesatkan karena ajaran Kristiani tidak demikian.

Lebih lanjut, Parulian menjelaskan bahwa ajaran Kristiani tidak menganut konsep syahid seperti yang disampaikan Jusuf Kalla pada ceramah tersebut.

Kami mencintai perdamaian dan keutuhan ciptaan sehingga apa yang disampaikan Jusuf Kalla tersebut sangat menyesatkan dan merugikan kami.

Parulian Silalahi juga menyampaikan dukungan kepada Pengurus Pusat Pemuda Katolik yang telah menginisiasi melaporkan kasus ini bersama DPP GAMKI, dan meminta Kepolisian segera memproses laporan tersebut agar ruang publik tidak semakin gaduh, tutupnya.

Penulis: (IZaluku)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post