POSMETROSUMUT.COM | MANGGARAI TIMUR - Pantauan media di lokasi bahwa, terlihat fondasi tidak digali hanya langsung pasang di atas tana saja. Kalau kita bandingkan itu kalau kita bangun rumah atau kuburan kita pasti harus buat fondasinya dulu", katanya.
Data yang di himpun oleh media bahwa pembangunan HUNTARA dengan pagu anggaran Rp. 34.500.000 yang di kerjakan oleh CV. Wae Ngali Permai yang di kerjakan oleh Aleksius Jasman dengan total pembangunan HUNTARA sebanyak 50 unit di desa Satar kampas.
Saat di tanya kepada warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa, "dugaan kami besi yang di beli ini sepertinya besi KW, kenapa warnanya lain tidak seperti yang di belih oleh pemerintah, kami meminta kepada KPK untuk segera pantau pekerjaan Huntara tersebut yang berada di NTT ini, ini menjadi ladang korupsi bagi pemerintah", jelasnya
"yang bagus "Kastil itu kalau besi dari pemerintah. Kalau saya lihat ini, bukan kastil makanya kami mau tau mereka beli dimana", jelas warga sekitar.
"Lebar fondasi itu hanya 10 cm saja, sementara ini titik lokasi Gempa", katanya
Sebuah hunian sementara (Huntara) untuk korban gempa Flores ambruk akibat gempa bumi susulan magnitudo 5,3 yang terjadi pada Senin, 21 September 2026, pukul 08:41:37 WITA. Video detik-detik ambruknya Huntara tersebut viral di media sosial.
Gempa tersebut berpusat di darat 34 km Timur Laut Ruteng dengan koordinat 8,33 LS – 120,59 BT pada kedalaman 10 kilometer.
Video viral itu diunggah ke Reels Facebook oleh akun Nursia Har pada Senin (21/9/2026) siang. Lokasi Huntara yang ambruk berada di Kampung Rontiing, Desa Satar Kapas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam video tersebut, seorang warga menyebut bangunan Huntara itu baru selesai dibangun tiga hari sebelumnya.
“Belum sampai tiga hari (setelah dibangun) sudah dirobohkan oleh gempa dengan kekuatan magnitudo 5,3 skala richter,” ujar seorang warga pria dalam video tersebut.
Warga mengeluhkan kualitas bangunan yang dinilai asal jadi. Mereka menduga komposisi campuran beton tidak sesuai standar, yakni 1:15. Warga pun mempertanyakan bagaimana mereka bisa menempati Huntara yang langsung rusak akibat gempa susulan.
Huntara tersebut dibangun untuk korban gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Nampak dalam video itu, bangun Huntara yang ambruk tersebut rata dengan tanah. Terlihat sejumlah rangka bangunan yang terbuat dari baja ringan dalam kondisi berantakan karena ambruk diterjang genpa susulan
Huntara di Manggarai Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan kerusakan rumah paling parah pasca gempa M 7,7.
Data BNPB per 22 Agustus 2026 mencatat sebanyak 17.039 unit rumah rusak di Manggarai Timur, dengan rincian 6.713 rumah rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.
Untuk penanganan, BNPB bersama pemerintah daerah menargetkan pembangunan Huntara sebagai tempat tinggal sementara sebelum masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur saat meninjau pembangunan Huntara di Kecamatan Borong, Kamis (17/9/2026), menyebutkan BNPB akan membangun 2.029 Huntara yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Untuk tahap pertama, sekitar 1.000 unit Huntara disiapkan dengan prioritas pembangunan di sekitar lokasi rumah warga terdampak.
Kasus ambruknya Huntara di Lamba Leda Utara ini diharapkan menjadi evaluasi terhadap standar konstruksi Huntara agar tahan terhadap gempa susulan yang masih aktif di zona Flores Back-arc Thrust.
PENULIS:
www.posmetrosumut.com
Data yang di himpun oleh media bahwa pembangunan HUNTARA dengan pagu anggaran Rp. 34.500.000 yang di kerjakan oleh CV. Wae Ngali Permai yang di kerjakan oleh Aleksius Jasman dengan total pembangunan HUNTARA sebanyak 50 unit di desa Satar kampas.
Saat di tanya kepada warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa, "dugaan kami besi yang di beli ini sepertinya besi KW, kenapa warnanya lain tidak seperti yang di belih oleh pemerintah, kami meminta kepada KPK untuk segera pantau pekerjaan Huntara tersebut yang berada di NTT ini, ini menjadi ladang korupsi bagi pemerintah", jelasnya
"yang bagus "Kastil itu kalau besi dari pemerintah. Kalau saya lihat ini, bukan kastil makanya kami mau tau mereka beli dimana", jelas warga sekitar.
"Lebar fondasi itu hanya 10 cm saja, sementara ini titik lokasi Gempa", katanya
Sebuah hunian sementara (Huntara) untuk korban gempa Flores ambruk akibat gempa bumi susulan magnitudo 5,3 yang terjadi pada Senin, 21 September 2026, pukul 08:41:37 WITA. Video detik-detik ambruknya Huntara tersebut viral di media sosial.
Gempa tersebut berpusat di darat 34 km Timur Laut Ruteng dengan koordinat 8,33 LS – 120,59 BT pada kedalaman 10 kilometer.
Video viral itu diunggah ke Reels Facebook oleh akun Nursia Har pada Senin (21/9/2026) siang. Lokasi Huntara yang ambruk berada di Kampung Rontiing, Desa Satar Kapas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam video tersebut, seorang warga menyebut bangunan Huntara itu baru selesai dibangun tiga hari sebelumnya.
“Belum sampai tiga hari (setelah dibangun) sudah dirobohkan oleh gempa dengan kekuatan magnitudo 5,3 skala richter,” ujar seorang warga pria dalam video tersebut.
Warga mengeluhkan kualitas bangunan yang dinilai asal jadi. Mereka menduga komposisi campuran beton tidak sesuai standar, yakni 1:15. Warga pun mempertanyakan bagaimana mereka bisa menempati Huntara yang langsung rusak akibat gempa susulan.
Huntara tersebut dibangun untuk korban gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Nampak dalam video itu, bangun Huntara yang ambruk tersebut rata dengan tanah. Terlihat sejumlah rangka bangunan yang terbuat dari baja ringan dalam kondisi berantakan karena ambruk diterjang genpa susulan
Huntara di Manggarai Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan kerusakan rumah paling parah pasca gempa M 7,7.
Data BNPB per 22 Agustus 2026 mencatat sebanyak 17.039 unit rumah rusak di Manggarai Timur, dengan rincian 6.713 rumah rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.
Untuk penanganan, BNPB bersama pemerintah daerah menargetkan pembangunan Huntara sebagai tempat tinggal sementara sebelum masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur saat meninjau pembangunan Huntara di Kecamatan Borong, Kamis (17/9/2026), menyebutkan BNPB akan membangun 2.029 Huntara yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Untuk tahap pertama, sekitar 1.000 unit Huntara disiapkan dengan prioritas pembangunan di sekitar lokasi rumah warga terdampak.
Kasus ambruknya Huntara di Lamba Leda Utara ini diharapkan menjadi evaluasi terhadap standar konstruksi Huntara agar tahan terhadap gempa susulan yang masih aktif di zona Flores Back-arc Thrust.
PENULIS:
www.posmetrosumut.com





This post have 0 comments