Jumat, 03 Juli 2026

Geoturism samosir


POSMETROSUMUT.COM | SAMOSIR - Geotourism Festival 2026 Samosir Diserbu Ribuan Wisatawan, UMKM Panen Rezeki dan Danau Toba Kian Mendunia

SAMOSIR – The 7th Geotourism Festival (Geofest) and International Conference 2026 yang digelar di kawasan Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (2/7/2026), menjadi salah satu agenda pariwisata terbesar di Sumatera Utara tahun ini. Festival bertaraf internasional tersebut berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi geowisata kelas dunia.

Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, Geotourism Festival 2026 menghadirkan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi mendorong meningkatnya aktivitas hotel, homestay, restoran, pelaku UMKM hingga berbagai sektor jasa pendukung di Kabupaten Samosir.

Kesuksesan penyelenggaraan festival juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir mampu menghadirkan sebuah agenda internasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat promosi kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

Festival ini dihadiri berbagai tokoh penting dari dalam maupun luar negeri. Gubernur Sumatera Utara diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yudha Pratiwi Setiawan. Turut hadir Anggota DPD RI Muhammad Nuh, General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) Azizul Kholis, Presiden Jaringan Geopark Indonesia (JGI) Dedi Irfan Bahri, President Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Xiaochi Jin, perwakilan Konsulat Jenderal Singapura, perwakilan Konsulat Jenderal Tiongkok, unsur Forkopimda, pimpinan OPD se-Kabupaten Samosir, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan pariwisata berbasis geopark yang berkelanjutan di kawasan Danau Toba. Forum internasional ini sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengelolaan kawasan geopark yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

GEOTURISM SAMOSIR


Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah penyelenggaraan Geotourism Festival 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan festival dan konferensi internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat promosi geowisata Danau Toba kepada dunia sekaligus memperluas kerja sama berbagai pihak dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

"Terima kasih atas kehadiran seluruh tamu dan peserta yang datang dari berbagai daerah. Terima kasih juga kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara yang terus memberikan dukungan terhadap perkembangan pariwisata Danau Toba. Melalui kegiatan ini, hotel, homestay, UMKM, dan ekonomi masyarakat bergerak. Mari menikmati keindahan Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga," ujar Ariston.

Sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan Geotourism Festival 2026, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara bersama Wakil Bupati Samosir dan unsur Forkopimda melakukan prosesi pemukulan gondang, yang disambut antusias para peserta dan pengunjung.

Di sela kegiatan, Wakil Bupati Ariston juga meninjau langsung stan-stan UMKM yang menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, dan mengutamakan kepuasan wisatawan.

Ariston mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tetap menjaga harga jual sesuai standar sehingga citra pariwisata Samosir tetap terjaga.

"Saya harap tidak ada yang menaikkan harga secara sepihak. Kita layani seluruh tamu dengan harga yang standar," tegasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjaga kepercayaan wisatawan yang datang dari berbagai daerah maupun mancanegara. Pelayanan yang baik dinilai menjadi faktor penting agar wisatawan kembali berkunjung dan turut mempromosikan Samosir kepada masyarakat luas.

Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga datang dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang memberikan apresiasi secara daring kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, dan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan membangun kolaborasi lintas sektor dalam menyelenggarakan event internasional yang mengusung konsep pariwisata berbasis geopark berkelanjutan.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola geopark, hingga jejaring geopark internasional dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata Danau Toba di tingkat global.

Selain menjadi ajang promosi destinasi wisata, Geotourism Festival 2026 juga menghadirkan pelayanan yang humanis dari seluruh pelaku UMKM. Berbagai produk kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan pengunjung.

Stan-stan UMKM terlihat dipadati wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas maupun membeli produk kerajinan sebagai buah tangan. Kondisi tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan transaksi ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Tidak hanya sektor perdagangan, tingkat hunian hotel dan homestay juga ikut terdongkrak dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Samosir.

Festival semakin meriah melalui berbagai pertunjukan seni budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi Sumatera Utara. Penampilan seni budaya lokal Samosir dipadukan dengan tari multi-etnik Sumatera Utara berhasil menghadirkan suasana yang semarak sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya kepada para tamu internasional.

Geoturism samosir


Hiburan dari Siantar Rap Foundation turut menyedot perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan Waterfront City Pangururan hingga malam hari.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Geotourism Festival telah berkembang menjadi agenda wisata yang mampu memperkuat identitas Samosir sebagai pusat geowisata Danau Toba.

Lebih dari sekadar sebuah festival, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana penyelenggaraan event berkualitas dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Perputaran uang yang meningkat, ramainya transaksi UMKM, naiknya tingkat hunian penginapan, serta promosi wisata yang menjangkau pasar internasional menjadi manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Keberhasilan Geotourism Festival 2026 sekaligus mempertegas bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas internasional merupakan kunci dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Samosir terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Danau Toba yang tidak hanya menawarkan panorama alam kelas dunia, tetapi juga kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka melalui pengembangan pariwisata berbasis geopark.

Momentum Geotourism Festival 2026 diharapkan menjadi pijakan penting bagi Samosir untuk terus meningkatkan kualitas destinasi, memperluas promosi wisata, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat di masa mendatang.


PENULIS:(S Situmorang)
POSSUMUTMETRO.COM
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post