POSMETROSUMUT.COM | LUBUK LINGGAU – Kegiatan Reses II Daerah Pemilihan (Dapil) III yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau, Hj. Empi Darnis, S.Sos., menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Reses yang berlangsung di wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I dan Lubuk Linggau Selatan II pada Senin (27/7/2026) tersebut dihadiri warga Kelurahan Marga Mulya dan Kelurahan Marga Rahayu. Beragam aspirasi disampaikan secara langsung, mulai dari persoalan infrastruktur, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM, hingga peningkatan pelayanan kesehatan.
Kegiatan reses menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini dirasakan agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD bersama Pemerintah Kota Lubuk Linggau.
Salah satu usulan yang paling banyak mendapat perhatian datang dari warga RT 07 Kelurahan Marga Mulya dan Marga Rahayu. Mereka meminta pembangunan sekaligus perbaikan akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) sepanjang kurang lebih 180 meter yang dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak.
Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat, terutama saat pelaksanaan prosesi pemakaman. Kondisi jalan yang belum memadai dinilai menyulitkan aktivitas warga, khususnya ketika cuaca kurang bersahabat.
Selain perbaikan jalan menuju TPU, masyarakat juga mengusulkan pembangunan saluran drainase atau siring untuk mengurangi genangan air, pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), hingga penggantian kabel listrik yang telah mengalami kerusakan.
Seorang warga Kelurahan Marga Mulya menyampaikan harapannya agar usulan tersebut dapat segera direalisasikan.
"Kami sangat berharap adanya perhatian dan perbaikan untuk akses jalan menuju TPU sepanjang kurang lebih 180 meter ini, Bu Hj. Empi. Jalan ini merupakan akses vital bagi warga di Marga Mulya, khususnya lingkungan RT 07, agar aktivitas warga maupun prosesi pemakaman bisa berjalan lancar tanpa kendala," ujar salah seorang warga.
Tidak hanya persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyoroti pentingnya peningkatan kebersihan lingkungan.
Warga Gang Bima, Kelurahan Marga Mulya, mengusulkan adanya bantuan tempat sampah agar masyarakat memiliki fasilitas yang memadai dalam mengelola sampah rumah tangga. Usulan tersebut diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih ditemukan di kawasan permukiman.
Menurut warga, penyediaan sarana kebersihan merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, aspirasi datang dari warga RT 04 Kelurahan Marga Rahayu. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan program pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi ibu-ibu pengajian serta kelompok arisan Dasawisma.
Pelatihan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha rumahan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Selain pelatihan UMKM, masyarakat juga mengusulkan bantuan satu unit wireless speaker yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Tak hanya itu, warga berharap adanya dukungan terhadap pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia agar kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Sementara itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam dialog antara masyarakat dan wakil rakyat tersebut.
Perwakilan Posyandu Melati 3 dan Posyandu Melati 8 Kelurahan Marga Rahayu menyampaikan kebutuhan akan sosialisasi kesehatan keluarga secara rutin, terutama terkait pencegahan stunting yang masih menjadi salah satu fokus pembangunan kesehatan.
Selain edukasi kesehatan, mereka juga berharap adanya peningkatan pelayanan Posyandu Lansia agar para lanjut usia memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal.
Untuk menunjang operasional Posyandu, masyarakat turut mengusulkan bantuan berupa meja operasional dan tenda yang dapat digunakan saat pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan mereka.
Menanggapi seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, Hj. Empi Darnis menegaskan bahwa setiap usulan telah dicatat dan akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, reses bukan sekadar kewajiban anggota DPRD, melainkan kesempatan penting untuk mengetahui secara langsung kebutuhan riil masyarakat di lapangan sehingga kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
"Reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, tetapi merupakan wadah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini telah kami catat dan akan kami kawal agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah. Saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya di Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I dan II," ujar Hj. Empi Darnis.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, DPRD, dan Pemerintah Kota Lubuk Linggau sangat diperlukan agar setiap program pembangunan dapat berjalan secara efektif serta benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Karena itu, masyarakat diharapkan tetap aktif menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, sekaligus ikut mengawal jalannya pembangunan sehingga hasil yang dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan reses tersebut sekaligus memperlihatkan beragam kebutuhan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas lingkungan, penguatan sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung antara warga dan wakil rakyat, diharapkan setiap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.
Dengan demikian, pembangunan di Kota Lubuk Linggau diharapkan semakin tepat sasaran, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga di berbagai sektor.
Reses juga menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan anggota legislatif. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara langsung sehingga solusi yang dirumuskan lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Komitmen untuk mengawal setiap aspirasi menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I dan Lubuk Linggau Selatan II.
Penulis: (P/Vhio)
www.posmetrosumut.com
Reses yang berlangsung di wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I dan Lubuk Linggau Selatan II pada Senin (27/7/2026) tersebut dihadiri warga Kelurahan Marga Mulya dan Kelurahan Marga Rahayu. Beragam aspirasi disampaikan secara langsung, mulai dari persoalan infrastruktur, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM, hingga peningkatan pelayanan kesehatan.
Kegiatan reses menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini dirasakan agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD bersama Pemerintah Kota Lubuk Linggau.
Salah satu usulan yang paling banyak mendapat perhatian datang dari warga RT 07 Kelurahan Marga Mulya dan Marga Rahayu. Mereka meminta pembangunan sekaligus perbaikan akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) sepanjang kurang lebih 180 meter yang dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak.
Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat, terutama saat pelaksanaan prosesi pemakaman. Kondisi jalan yang belum memadai dinilai menyulitkan aktivitas warga, khususnya ketika cuaca kurang bersahabat.
Selain perbaikan jalan menuju TPU, masyarakat juga mengusulkan pembangunan saluran drainase atau siring untuk mengurangi genangan air, pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), hingga penggantian kabel listrik yang telah mengalami kerusakan.
Seorang warga Kelurahan Marga Mulya menyampaikan harapannya agar usulan tersebut dapat segera direalisasikan.
"Kami sangat berharap adanya perhatian dan perbaikan untuk akses jalan menuju TPU sepanjang kurang lebih 180 meter ini, Bu Hj. Empi. Jalan ini merupakan akses vital bagi warga di Marga Mulya, khususnya lingkungan RT 07, agar aktivitas warga maupun prosesi pemakaman bisa berjalan lancar tanpa kendala," ujar salah seorang warga.
Tidak hanya persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyoroti pentingnya peningkatan kebersihan lingkungan.
Warga Gang Bima, Kelurahan Marga Mulya, mengusulkan adanya bantuan tempat sampah agar masyarakat memiliki fasilitas yang memadai dalam mengelola sampah rumah tangga. Usulan tersebut diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih ditemukan di kawasan permukiman.
Menurut warga, penyediaan sarana kebersihan merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, aspirasi datang dari warga RT 04 Kelurahan Marga Rahayu. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan program pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi ibu-ibu pengajian serta kelompok arisan Dasawisma.
Pelatihan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha rumahan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Selain pelatihan UMKM, masyarakat juga mengusulkan bantuan satu unit wireless speaker yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Tak hanya itu, warga berharap adanya dukungan terhadap pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia agar kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Sementara itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam dialog antara masyarakat dan wakil rakyat tersebut.
Perwakilan Posyandu Melati 3 dan Posyandu Melati 8 Kelurahan Marga Rahayu menyampaikan kebutuhan akan sosialisasi kesehatan keluarga secara rutin, terutama terkait pencegahan stunting yang masih menjadi salah satu fokus pembangunan kesehatan.
Selain edukasi kesehatan, mereka juga berharap adanya peningkatan pelayanan Posyandu Lansia agar para lanjut usia memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal.
Untuk menunjang operasional Posyandu, masyarakat turut mengusulkan bantuan berupa meja operasional dan tenda yang dapat digunakan saat pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan mereka.
Menanggapi seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, Hj. Empi Darnis menegaskan bahwa setiap usulan telah dicatat dan akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, reses bukan sekadar kewajiban anggota DPRD, melainkan kesempatan penting untuk mengetahui secara langsung kebutuhan riil masyarakat di lapangan sehingga kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
"Reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, tetapi merupakan wadah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini telah kami catat dan akan kami kawal agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah. Saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya di Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I dan II," ujar Hj. Empi Darnis.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, DPRD, dan Pemerintah Kota Lubuk Linggau sangat diperlukan agar setiap program pembangunan dapat berjalan secara efektif serta benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Karena itu, masyarakat diharapkan tetap aktif menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, sekaligus ikut mengawal jalannya pembangunan sehingga hasil yang dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan reses tersebut sekaligus memperlihatkan beragam kebutuhan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas lingkungan, penguatan sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung antara warga dan wakil rakyat, diharapkan setiap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.
Dengan demikian, pembangunan di Kota Lubuk Linggau diharapkan semakin tepat sasaran, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga di berbagai sektor.
Reses juga menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan anggota legislatif. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara langsung sehingga solusi yang dirumuskan lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Komitmen untuk mengawal setiap aspirasi menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I dan Lubuk Linggau Selatan II.
Penulis: (P/Vhio)
www.posmetrosumut.com




This post have 0 comments