POSMETROSUMUT.COM | SAMOSIR – Program pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompuratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Inggris melalui United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO). Bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara serta Pemerintah Kabupaten Samosir, tim melakukan kunjungan lapangan untuk memantau implementasi program yang menjadi bagian dari Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2).
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) tersebut menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung dampak pembangunan infrastruktur energi terbarukan terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba.
Program LCDI-2 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Kementerian PPN/Bappenas, dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO. Program ini dirancang untuk mendukung pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan energi bersih.
Dalam kunjungan tersebut, tim UK FCDO tidak hanya meninjau kondisi fisik pembangunan Pompa Air Tenaga Surya, tetapi juga berdialog dengan pemerintah daerah, kelompok tani, perangkat desa, serta masyarakat setempat guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai manfaat program yang telah dirasakan warga.
Keberadaan PATS di Desa Sibonor Ompuratus dinilai menjadi solusi strategis terhadap persoalan keterbatasan air yang selama ini menjadi tantangan utama sektor pertanian, khususnya saat musim kemarau.
Petani Tak Lagi Bergantung Penuh pada Air Hujan
Kepala Desa Sibonor Ompuratus, Binsar Marbun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Menurutnya, kehadiran PATS memberikan harapan baru bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.
“Berkat dukungan Kementerian Bappenas, Kedutaan Besar Inggris, dan Pemkab Samosir, pembangunan PATS dapat terlaksana dengan baik. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat menanam padi minimal dua kali dalam setahun meskipun pada musim kemarau,” ujar Binsar.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat juga telah menyiapkan langkah keberlanjutan melalui pembentukan kelembagaan pengelola PATS yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli 2026.
Kelembagaan tersebut nantinya melibatkan para petani sebagai pengguna utama fasilitas. Selain itu, akan diterapkan sistem iuran swadaya guna mendukung biaya operasional, pemeliharaan, dan keberlangsungan penggunaan pompa air tenaga surya dalam jangka panjang.
Langkah ini dinilai penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
UK FCDO Apresiasi Dampak Nyata Program LCDI-2
Head of Climate Policy and Finance UK FCDO, Judith A’Bear, mengaku terkesan melihat langsung manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari implementasi Program LCDI-2 di Kabupaten Samosir.
Menurut Judith, pembangunan rendah karbon tidak hanya berbicara tentang pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Kami datang untuk melihat dampak Program LCDI-2 terhadap upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung stabilitas ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. Kami sangat senang melihat manfaat pompa air tenaga surya ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi lapangan yang dilakukan setiap tahun bertujuan mengidentifikasi keberhasilan program sekaligus menemukan aspek yang masih perlu ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas.
Petani Rasakan Manfaat Langsung
Dampak positif pembangunan PATS juga dirasakan langsung oleh kelompok tani setempat.
Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun petani menghadapi kesulitan memperoleh pasokan air, terutama pada periode kemarau antara Juni hingga Agustus.
Kini kondisi tersebut mulai berubah sejak beroperasinya pompa air tenaga surya.
“Sebelumnya kami selalu mengalami kesulitan air saat musim kemarau. Sekarang kebutuhan air untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi. Kami optimistis dapat menanam padi dua kali dalam setahun dan siap bersama-sama merawat PATS agar tetap berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Ketersediaan air yang lebih stabil diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
Pemkab Samosir Siapkan Dukungan Pemeliharaan
Komitmen menjaga keberlanjutan program juga ditegaskan Kepala Baperida Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan fasilitas selama satu tahun, termasuk menyediakan honor bagi operator yang bertugas mengelola sistem pompa.
Menurut Rajoki, Samosir merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam lokus pembangunan rendah karbon nasional sehingga berbagai program berbasis energi terbarukan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah.
“Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Ke depan kami akan terus memperluas akses layanan air, memperbaiki saluran irigasi, dan melakukan pendampingan teknis bersama perangkat daerah terkait agar pengelolaan PATS berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Wakil Bupati Samosir Apresiasi Dukungan Pemerintah Inggris
Usai meninjau lokasi PATS di Kecamatan Nainggolan, tim UK FCDO, OPML, dan Bapperida Provinsi Sumatera Utara melanjutkan agenda dengan melakukan audiensi bersama Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, di Rumah Dinas Wakil Bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Ariston menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Inggris dan seluruh mitra pembangunan yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, mayoritas masyarakat Samosir menggantungkan hidup dari sektor pertanian sehingga keberadaan sarana pendukung irigasi menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Pompa air tenaga surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian. Kehadirannya memberikan dampak nyata bagi petani,” kata Ariston.
Ia menjelaskan, lahan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan kini memiliki sumber air yang lebih terjamin sehingga intensitas tanam dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan mampu mendongkrak pendapatan petani dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Program Berpeluang Dilanjutkan ke Desa Pakpahan
Perwakilan LCDI Phase 2 OPML, Arnold Sitompul, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Pemerintah Inggris.
Ia menilai keberhasilan pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompuratus menjadi contoh positif bagaimana kolaborasi lintas pihak mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Arnold juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai sumber keberlanjutan air yang menjadi penopang utama sektor pertanian.
Sementara itu, Fungsional Perencana Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Andre, mengungkapkan bahwa program pembangunan Pompa Air Tenaga Surya berpotensi dilanjutkan ke Desa Pakpahan apabila tidak terdapat kendala dalam proses pelaksanaannya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan yang mengelola fasilitas tersebut.
“Kami berharap pembangunan berikutnya dapat berjalan lancar seperti di Desa Sibonor Ompuratus. Perlu dibentuk kelembagaan yang didukung pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat agar fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris melalui UK FCDO, serta dukungan aktif masyarakat, pembangunan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Sibonor Ompuratus diharapkan menjadi model pembangunan rendah karbon yang mampu meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat sektor pertanian, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba dan Kabupaten Samosir secara berkelanjutan.
PENULIS:(S Situmorang)
www.posmetrosumut.com
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) tersebut menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung dampak pembangunan infrastruktur energi terbarukan terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba.
Program LCDI-2 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Kementerian PPN/Bappenas, dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO. Program ini dirancang untuk mendukung pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan energi bersih.
Dalam kunjungan tersebut, tim UK FCDO tidak hanya meninjau kondisi fisik pembangunan Pompa Air Tenaga Surya, tetapi juga berdialog dengan pemerintah daerah, kelompok tani, perangkat desa, serta masyarakat setempat guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai manfaat program yang telah dirasakan warga.
Keberadaan PATS di Desa Sibonor Ompuratus dinilai menjadi solusi strategis terhadap persoalan keterbatasan air yang selama ini menjadi tantangan utama sektor pertanian, khususnya saat musim kemarau.
Petani Tak Lagi Bergantung Penuh pada Air Hujan
Kepala Desa Sibonor Ompuratus, Binsar Marbun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Menurutnya, kehadiran PATS memberikan harapan baru bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.
“Berkat dukungan Kementerian Bappenas, Kedutaan Besar Inggris, dan Pemkab Samosir, pembangunan PATS dapat terlaksana dengan baik. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat menanam padi minimal dua kali dalam setahun meskipun pada musim kemarau,” ujar Binsar.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat juga telah menyiapkan langkah keberlanjutan melalui pembentukan kelembagaan pengelola PATS yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli 2026.
Kelembagaan tersebut nantinya melibatkan para petani sebagai pengguna utama fasilitas. Selain itu, akan diterapkan sistem iuran swadaya guna mendukung biaya operasional, pemeliharaan, dan keberlangsungan penggunaan pompa air tenaga surya dalam jangka panjang.
Langkah ini dinilai penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
UK FCDO Apresiasi Dampak Nyata Program LCDI-2
Head of Climate Policy and Finance UK FCDO, Judith A’Bear, mengaku terkesan melihat langsung manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari implementasi Program LCDI-2 di Kabupaten Samosir.
Menurut Judith, pembangunan rendah karbon tidak hanya berbicara tentang pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Kami datang untuk melihat dampak Program LCDI-2 terhadap upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung stabilitas ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. Kami sangat senang melihat manfaat pompa air tenaga surya ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi lapangan yang dilakukan setiap tahun bertujuan mengidentifikasi keberhasilan program sekaligus menemukan aspek yang masih perlu ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas.
Petani Rasakan Manfaat Langsung
Dampak positif pembangunan PATS juga dirasakan langsung oleh kelompok tani setempat.
Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun petani menghadapi kesulitan memperoleh pasokan air, terutama pada periode kemarau antara Juni hingga Agustus.
Kini kondisi tersebut mulai berubah sejak beroperasinya pompa air tenaga surya.
“Sebelumnya kami selalu mengalami kesulitan air saat musim kemarau. Sekarang kebutuhan air untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi. Kami optimistis dapat menanam padi dua kali dalam setahun dan siap bersama-sama merawat PATS agar tetap berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Ketersediaan air yang lebih stabil diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
Pemkab Samosir Siapkan Dukungan Pemeliharaan
Komitmen menjaga keberlanjutan program juga ditegaskan Kepala Baperida Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan fasilitas selama satu tahun, termasuk menyediakan honor bagi operator yang bertugas mengelola sistem pompa.
Menurut Rajoki, Samosir merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam lokus pembangunan rendah karbon nasional sehingga berbagai program berbasis energi terbarukan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah.
“Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Ke depan kami akan terus memperluas akses layanan air, memperbaiki saluran irigasi, dan melakukan pendampingan teknis bersama perangkat daerah terkait agar pengelolaan PATS berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Wakil Bupati Samosir Apresiasi Dukungan Pemerintah Inggris
Usai meninjau lokasi PATS di Kecamatan Nainggolan, tim UK FCDO, OPML, dan Bapperida Provinsi Sumatera Utara melanjutkan agenda dengan melakukan audiensi bersama Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, di Rumah Dinas Wakil Bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Ariston menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Inggris dan seluruh mitra pembangunan yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, mayoritas masyarakat Samosir menggantungkan hidup dari sektor pertanian sehingga keberadaan sarana pendukung irigasi menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Pompa air tenaga surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian. Kehadirannya memberikan dampak nyata bagi petani,” kata Ariston.
Ia menjelaskan, lahan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan kini memiliki sumber air yang lebih terjamin sehingga intensitas tanam dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan mampu mendongkrak pendapatan petani dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Program Berpeluang Dilanjutkan ke Desa Pakpahan
Perwakilan LCDI Phase 2 OPML, Arnold Sitompul, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Pemerintah Inggris.
Ia menilai keberhasilan pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompuratus menjadi contoh positif bagaimana kolaborasi lintas pihak mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Arnold juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai sumber keberlanjutan air yang menjadi penopang utama sektor pertanian.
Sementara itu, Fungsional Perencana Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Andre, mengungkapkan bahwa program pembangunan Pompa Air Tenaga Surya berpotensi dilanjutkan ke Desa Pakpahan apabila tidak terdapat kendala dalam proses pelaksanaannya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan yang mengelola fasilitas tersebut.
“Kami berharap pembangunan berikutnya dapat berjalan lancar seperti di Desa Sibonor Ompuratus. Perlu dibentuk kelembagaan yang didukung pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat agar fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris melalui UK FCDO, serta dukungan aktif masyarakat, pembangunan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Sibonor Ompuratus diharapkan menjadi model pembangunan rendah karbon yang mampu meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat sektor pertanian, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba dan Kabupaten Samosir secara berkelanjutan.
PENULIS:(S Situmorang)
www.posmetrosumut.com






This post have 0 comments