Kamis, 13 Agustus 2026

author photo
viral Kasus Asusila Anak
POSMETROSUMUT.COM | SURABAYA — Kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) terhadap seorang anak di kawasan Sambikerep, Surabaya, menjadi sorotan publik setelah video terkait peristiwa tersebut viral dan beredar di berbagai media.

Peristiwa yang diduga terjadi di sebuah lembaga di kawasan Sambikerep itu kini tengah ditangani aparat kepolisian. Proses hukum masih berjalan dan hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.

Kuasa hukum pihak pelapor, Rizchi Hari Setiawan, S.H., saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (12/8/2026), menyampaikan bahwa pihaknya mendorong kepolisian agar proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara serius, objektif, serta tuntas.

Menurut Rizchi, penanganan perkara saat ini masih berlangsung di jajaran kepolisian, khususnya Satuan Reserse PPA-PPO Polrestabes Surabaya. Karena itu, pihaknya menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

“Hingga saat ini belum dapat dipastikan maupun disimpulkan siapa pelaku sebenarnya, lantaran proses penanganan masih berlangsung secara seksama oleh pihak kepolisian, khususnya Satuan Reserse PPA-PPO Polrestabes Surabaya,” ujar Rizchi.

Lima Saksi Sudah Diperiksa

Rizchi juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah kepolisian yang dinilai telah bergerak cepat dalam menangani perkara tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap pihak pelapor dan terlapor, tetapi juga terhadap sejumlah saksi yang dinilai mengetahui atau memiliki informasi berkaitan dengan peristiwa yang sedang diselidiki.

Sedikitnya lima orang saksi telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan. Di antara mereka terdapat tenaga pendidik serta pimpinan lembaga tempat peristiwa yang diduga menimpa anak tersebut terjadi.

“Sebanyak lima orang saksi telah dipanggil dan diperiksa, termasuk tenaga pendidik serta pimpinan lembaga tempat terjadinya peristiwa yang diduga menimpa anak tersebut,” tegas Rizchi.

Pemeriksaan terhadap para saksi menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan perkara. Keterangan yang diberikan nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk menyusun rangkaian peristiwa dan menentukan langkah hukum berikutnya.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian yang menyebutkan bahwa seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Pengacara Soroti Dampak Psikologis terhadap Anak

Selain mendorong proses hukum berjalan cepat, pihak pelapor juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi psikologis anak yang diduga menjadi korban.

Rizchi menilai dampak psikologis yang mungkin dialami anak menjadi salah satu alasan mengapa proses penanganan perkara tidak boleh berhenti atau berjalan tanpa kepastian.

Menurutnya, pengungkapan perkara secara tuntas bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum terhadap pihak yang nantinya terbukti bersalah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada anak.

“Kasus ini harus terus diproses hingga tuntas dan tidak boleh berhenti di tengah jalan, karena mental dan psikologis seorang anak. Maka jika kebenaran tidak segera diungkap dan pelaku tidak segera bertanggung jawab, saya khawatir akan muncul korban-korban lain yang menjadi sasaran selanjutnya,” kata Rizchi.

Ia menambahkan, perhatian terhadap perlindungan anak harus menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara. Menurutnya, anak merupakan kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus ketika berhadapan dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual.

Desak Status Hukum Segera Ditentukan

Atas dasar itu, pihak kuasa hukum pelapor mendesak agar penyidik segera menentukan status hukum pihak yang dilaporkan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti ditemukan adanya pihak yang memenuhi unsur sebagai pelaku tindak pidana.

Rizchi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berlangsung. Penetapan tersangka, menurutnya, harus tetap didasarkan pada hasil penyidikan serta bukti-bukti yang diperoleh kepolisian.

“Meski demikian, kami selaku kuasa hukum pelapor sepenuhnya menyerahkan kepada proses hukum yang sedang berjalan dan hasil penyidikan yang dilakukan pihak berwenang,” ujarnya.

Ia berharap setelah seluruh saksi yang diperlukan selesai dimintai keterangan, penyidik dapat segera mengambil langkah hukum berikutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihak pelapor juga berharap status hukum terhadap pihak yang terlapor dapat segera ditentukan apabila bukti dan hasil penyidikan telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan penetapan tersangka.

Menurut Rizchi, langkah tersebut penting sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus bagian dari upaya memberikan rasa aman bagi anak-anak lainnya.

Minta Polisi Tetap Objektif dan Tuntas

Di sisi lain, Rizchi menyampaikan apresiasi terhadap jajaran kepolisian, khususnya Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, yang sejauh ini telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

Ia berharap proses penanganan perkara tersebut tetap dilakukan secara profesional tanpa dipengaruhi tekanan dari pihak mana pun.

“Kami sangat mengapresiasi kecepatan dan ketegasan yang telah ditunjukkan Satreskrim PPA-PPO Polrestabes Surabaya sejauh ini. Tetaplah bekerja secara objektif, teliti, dan tuntas,” kata Rizchi.

Menurutnya, proses hukum harus mampu mengungkap fakta sebenarnya berdasarkan alat bukti dan keterangan yang diperoleh penyidik.

Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Segera tetapkan status hukumnya. Siapapun pelakunya, biarkan hukum yang berbicara dan keadilan yang menjawab. Jangan biarkan keraguan memberi ruang bagi kejahatan untuk berulang,” tutupnya.

Kasus Masih Dalam Tahap Penyidikan

Kasus dugaan TPKS terhadap anak tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah video terkait peristiwa itu viral dan beredar di berbagai media.

Meski demikian, penting untuk menunggu hasil penyidikan kepolisian sebelum menyimpulkan pihak tertentu sebagai pelaku. Sampai berita ini diterbitkan, perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan dan belum terdapat pengumuman resmi dari kepolisian mengenai penetapan tersangka.

Dengan demikian, seluruh pihak tetap perlu menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah, sembari memberikan ruang kepada penyidik untuk mengumpulkan keterangan, memeriksa alat bukti, serta mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Bagi pihak pelapor, harapan utama saat ini adalah agar perkara tersebut tidak berhenti di tengah proses. Mereka meminta kepolisian terus bekerja secara objektif, teliti, dan profesional hingga perkara memperoleh kejelasan hukum.

Sementara itu, perkembangan kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian.


Penulis: (P/SS)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post