Jumat, 28 Agustus 2026

author photo
KKN STIE YAPAN SURABAYA
POSMETROSUMUT.COM | SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE YAPAN Surabaya menjalankan program optimalisasi promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dilakukan melalui sejumlah strategi promosi, mulai dari pembuatan banner sebagai media promosi offline, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital, hingga optimalisasi Google Business Profile.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus memperkuat identitas bisnis agar lebih mudah dikenal masyarakat dan calon konsumen.

Donisius Hermanto Bria mengatakan, optimalisasi UMKM menjadi salah satu program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Donisius, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi perkembangan pola pemasaran yang semakin mengandalkan teknologi digital.

"Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat identitas usaha para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo," kata Donisius, Jumat (28/8/2026).

Fokus pada Tiga UMKM

Donisius menjelaskan, program optimalisasi promosi tersebut difokuskan pada tiga UMKM yang berada di Desa Simoketawang.

Ketiga UMKM tersebut yakni UMKM Keripik Pisang Akta Jaya, UMKM Darlung (Dadar Gulung) Mbak Nanik, dan UMKM Kedai Sawah.

Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN tidak hanya diarahkan pada promosi melalui media digital. Strategi promosi juga dilakukan secara offline dengan membuat media informasi berupa banner untuk masing-masing usaha.

"Kegiatan diawali dengan pembuatan banner sebagai media promosi offline yang dirancang secara menarik, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Banner tersebut memuat identitas usaha, nama produk, serta informasi kontak sehingga mampu memperkuat citra usaha sekaligus memudahkan pelanggan mengenali produk yang ditawarkan," lanjutnya.

Pembuatan banner tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas usaha di lokasi masing-masing UMKM.

Selain mencantumkan nama dan informasi usaha, keberadaan banner diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali produk yang ditawarkan dengan lebih mudah.

Donisius menerangkan, banner juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik usaha, terutama bagi masyarakat yang melintas di sekitar lokasi UMKM.

Dengan demikian, promosi tidak hanya mengandalkan pelanggan yang telah mengetahui keberadaan usaha, tetapi juga berupaya menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Manfaatkan Media Sosial untuk Perluas Pasar

Selain memperkuat promosi secara offline, mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran digital.

Pemanfaatan media sosial dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang lebih luas.

"Selain promosi secara offline, mahasiswa KKN turut memberikan pendampingan dalam pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran digital," terangnya.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mahasiswa KKN membantu dalam pembuatan akun media sosial, penyusunan konsep konten, pengambilan foto produk, hingga pembuatan desain promosi yang menarik.

Strategi tersebut dilakukan agar produk UMKM tidak hanya memiliki identitas usaha yang lebih kuat, tetapi juga mempunyai materi promosi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk melalui platform digital.

Konten promosi yang dibuat juga disesuaikan dengan karakteristik target konsumen masing-masing UMKM.

Penyesuaian tersebut diharapkan dapat membuat pesan promosi lebih tepat sasaran sehingga mampu meningkatkan interaksi dengan pelanggan.

Selain meningkatkan interaksi, penggunaan media sosial secara konsisten juga diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi dan membangun citra positif bagi masing-masing UMKM.

Bagi pelaku UMKM, keberadaan media sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk menampilkan produk, memperkenalkan usaha, serta berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Optimalisasi Google Business Profile

Tidak berhenti pada pembuatan dan pemanfaatan media sosial, mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya juga membantu pelaku UMKM mengoptimalkan Google Business Profile.

Optimalisasi ini dilakukan dengan melengkapi berbagai informasi penting yang berkaitan dengan usaha.

Informasi yang dibantu untuk dilengkapi antara lain alamat usaha, jam operasional, nomor telepon, foto produk, lokasi usaha pada Google Maps, serta deskripsi usaha.

Kelengkapan informasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memudahkan masyarakat menemukan dan mengenali keberadaan UMKM secara digital.

Google Business Profile juga membantu menghadirkan informasi usaha dalam pencarian Google dan Google Maps sehingga calon pelanggan dapat memperoleh informasi dasar mengenai usaha sebelum datang atau menghubungi pelaku UMKM.

Melalui langkah tersebut, promosi UMKM tidak hanya dilakukan dengan mengandalkan media promosi konvensional, tetapi juga memanfaatkan berbagai sarana digital yang dapat membantu masyarakat menemukan informasi usaha.

Donisius berharap pemanfaatan media sosial dan Google Business Profile dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM yang menjadi sasaran program KKN tersebut.

"Dengan memanfaatkan media sosial secara optimal, pelaku UMKM diharapkan dapat mempromosikan produknya secara lebih efektif dan menjangkau konsumen yang lebih luas," tutupnya.

Program KKN STIE YAPAN Surabaya ini menunjukkan upaya mahasiswa dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui penguatan promosi, baik secara offline maupun digital.

Melalui pembuatan banner, pengelolaan media sosial, pengembangan konten promosi, hingga optimalisasi Google Business Profile, tiga UMKM yang menjadi sasaran kegiatan mendapatkan pendampingan untuk memperkuat cara mereka memperkenalkan usaha dan produk kepada masyarakat.

Adapun tiga UMKM yang menjadi fokus program tersebut adalah Keripik Pisang Akta Jaya, Darlung (Dadar Gulung) Mbak Nanik, dan Kedai Sawah di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan KKN STIE YAPAN Surabaya sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendampingan terhadap sektor UMKM.


Penulis: (SigitSantoso)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post