Selasa, 18 Agustus 2026

author photo
Salman Habeahan Dorong Kampus Katolik Cetak SDM
POSMETROSUMUT.COM | Medan — Direktur Urusan Agama Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Salman Habeahan, S.Ag., M.M., mendorong perguruan tinggi Katolik untuk semakin memperkuat peran strategisnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, berintegritas, humanis, dan memiliki karakter kuat.

Pesan tersebut disampaikan Salman saat memberikan orasi dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Regale Pavilion Ballroom Medan, Sabtu (15/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Salman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pembangunan Indonesia ke depan.

Menurut Salman, pengembangan SDM berkualitas serta terbentuknya angkatan kerja yang produktif menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Arah tersebut, kata dia, sejalan dengan visi Asta Cita dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Karena itu, perguruan tinggi Katolik tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Institusi pendidikan tinggi juga dituntut mampu membentuk manusia yang memiliki karakter, moral, integritas, serta kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.

Perguruan Tinggi Harus Perkuat Riset dan Pengetahuan

Salman mengatakan, tantangan global yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang penelitian dan riset.

Perguruan tinggi diharapkan mampu mengembangkan penelitian berbasis riset yang tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat menghasilkan limpahan pengetahuan atau knowledge spillover.

Limpahan pengetahuan tersebut dinilai penting untuk mendukung perkembangan sektor industri dan perekonomian nasional.

Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi Katolik dinilai memiliki peran strategis karena dapat menggabungkan keunggulan akademik dengan nilai-nilai moral dan spiritual.

Salman menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan tata nilai di lingkungan perguruan tinggi Katolik.

Menurutnya, kampus harus terus meningkatkan kualitas akademik, akreditasi, teknologi, dan tata kelola. Namun, berbagai pencapaian tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga karakter dan moral.

Keunggulan perguruan tinggi Katolik juga diharapkan tetap memiliki ciri khas yang bersumber pada nilai-nilai Kristiani.

Dengan perpaduan tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, tetapi juga pribadi yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan profesi dan pengabdiannya.

Pendidikan Harus Membentuk Manusia Utuh

Salman Habeahan Dorong Kampus Katolik Cetak SDM
Dalam orasinya, Salman juga menyoroti pentingnya konsep pendidikan yang memanusiakan manusia.

Ia merujuk pada arahan dokumen Gereja, di antaranya Gravissimum Educationis dan Ex Corde Ecclesiae, serta hasil KOSDIK II KWI 2026.

Pesan yang ditekankan adalah bahwa proses pendidikan harus mampu membentuk manusia secara utuh. Pendidikan tidak boleh tercerabut dari akar spiritualitas yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Artinya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, gelar yang diperoleh, maupun kemampuan menggunakan teknologi.

Lebih dari itu, pendidikan harus melahirkan manusia yang mampu memahami nilai kemanusiaan, memiliki integritas, serta mampu menjalankan tanggung jawabnya di tengah masyarakat.

Dalam pandangan tersebut, perguruan tinggi Katolik memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kemampuan profesional, karakter, moral, dan spiritualitas.

Dosen Bukan Sekadar Pengajar

Salman juga memberikan perhatian khusus terhadap peran dosen dalam proses pendidikan.

Menurutnya, dosen tidak semata-mata berfungsi sebagai pengajar yang menyampaikan pengetahuan kepada mahasiswa. Dosen juga memiliki tanggung jawab sebagai pendidik yang memberikan keteladanan.

Keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui moralitas, kejujuran akademik, rasa keadilan, serta sikap profesional dalam menjalankan tugas.

Nilai-nilai tersebut menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya belajar dari materi yang disampaikan di ruang kelas. Sikap dan perilaku para pendidik juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa.

Karena itu, kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, teknologi, maupun capaian akademik, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menjalankan proses pendidikan di dalamnya.

Lulusan Diminta Membawa Integritas dan Empati

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Salman menyampaikan pesan agar ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Para lulusan diimbau membawa nilai integritas dan empati ketika memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Salman juga mengingatkan pentingnya semangat Omnibus Omnia, yang dimaknai sebagai menjadi segalanya bagi semua orang.

Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lulusan ketika menghadapi masyarakat yang memiliki latar belakang dan keberagaman yang berbeda.

Dengan kompetensi yang dimiliki, para lulusan diharapkan tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan Indonesia terhadap generasi muda yang memiliki kemampuan profesional sekaligus kepedulian sosial.

Apresiasi untuk Unika Santo Thomas Medan

Dalam kesempatan tersebut, Salman turut menyampaikan apresiasi kepada civitas academica Unika Santo Thomas Medan di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Maidin Gultom.

Ia mengapresiasi kontribusi Unika Santo Thomas Medan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Salman berharap para lulusan yang diwisuda dapat menjadi pribadi yang unggul, humanis, berbudaya, dan memiliki integritas tinggi.

Salman Habeahan Dorong Kampus Katolik Cetak SDM
Menurutnya, kualitas tersebut penting agar para lulusan mampu mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional.

Wisuda pun tidak sekadar menjadi momentum seremonial atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu, nilai, dan pengalaman yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi.

Dorongan kepada perguruan tinggi Katolik untuk mencetak SDM unggul juga menegaskan pentingnya peran dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Melalui penguatan riset, tata kelola, nilai moral, keteladanan dosen, serta pembentukan manusia secara utuh, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi para lulusan Unika Santo Thomas Medan, pesan tersebut menjadi bekal untuk melangkah ke tengah masyarakat dengan membawa ilmu pengetahuan sekaligus nilai kemanusiaan.

Pada akhirnya, SDM unggul yang dibutuhkan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan profesional, tetapi juga pribadi yang mampu menjaga integritas, menjunjung keadilan, memiliki empati, dan bersedia mengabdikan pengetahuan yang dimilikinya bagi kepentingan masyarakat dan bangsa.


PENULIS: (Liber Simbolon)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post