Rabu, 02 September 2026

author photo
Cetak Sejarah, Ketua Gerindra Labuhanbatu Jadi Manajer Porprovsu 2026
POSMETROSUMUT.COM | LABURA – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Labuhanbatu, H. Abdul Karim Hasibuan, SH, MH, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, resmi dipercaya menjadi manajer tim sepak bola yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026.

Penunjukan tersebut menjadi perhatian karena Abdul Karim disebut mencatatkan sejarah sebagai anggota DPRD pertama di Sumatera Utara yang terlibat langsung sebagai manajer tim sepak bola dalam ajang Porprovsu.

Keputusan itu sekaligus memperlihatkan keterlibatan figur legislatif dalam pembinaan olahraga daerah. Abdul Karim, yang akrab disapa Bung Karim, tidak hanya berada dalam struktur organisasi tim, tetapi turut mengawal persiapan skuad menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi.

Bagi Bung Karim, keterlibatan dalam dunia sepak bola merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan potensi generasi muda sekaligus membawa nama daerah dalam kompetisi olahraga Sumatera Utara.

Bung Karim: Sepak Bola Menyangkut Harga Diri Daerah

Komitmen tersebut disampaikan Bung Karim saat ditemui di ruang Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia berdiskusi mengenai keikutsertaan tim sepak bola Labuhanbatu pada Porprovsu 2026.

Menurutnya, persiapan tim tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Sebagai wakil daerah yang dipercaya mengelola tim, ia ingin memastikan skuad memiliki kesiapan yang memadai sebelum menghadapi pertandingan resmi.

“Sepak bola ini soal harga diri daerah. Kita tidak bisa main-main. Tim sepak bola Porprovsu harus siap bersaing,” tegas Bung Karim.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran mengenai target yang ingin dicapai dalam persiapan tim. Ia menilai, keikutsertaan Labuhanbatu pada Porprovsu bukan sekadar memenuhi agenda pertandingan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan talenta muda daerah.

Karena itu, sejumlah persiapan dilakukan untuk mengukur sejauh mana kekuatan tim sebelum menghadapi kompetisi sesungguhnya.

Salah satu agenda penting yang disiapkan adalah laga uji coba. Pertandingan tersebut akan dimanfaatkan sebagai barometer untuk melihat kekuatan dan kesiapan skuad sepak bola Labuhanbatu.

Bung Karim memastikan dirinya akan mengawal langsung proses tersebut. Dari laga uji coba itu, tim diharapkan memperoleh gambaran mengenai kelebihan maupun aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum Porprovsu 2026 dimulai.

Seleksi Pemain Mengutamakan Performa

Meski memiliki latar belakang sebagai politisi dan anggota DPRD, Bung Karim menegaskan bahwa pengelolaan tim tetap diarahkan menggunakan pendekatan profesional.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses seleksi pemain. Pemain yang akan memperkuat tim tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga harus memenuhi sejumlah aspek lain yang dianggap penting untuk menghadapi kompetisi.

Aspek tersebut mencakup kondisi fisik, disiplin, kemampuan taktik, serta mental pemain.

Bung Karim juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mencampuri keputusan teknis yang menjadi kewenangan tim pelatih. Keputusan teknis tetap diberikan kepada trio pelatih, yakni Sutan Alamsyah Daulay, S.Sos, Erwin, dan Abdi.

Menurutnya, pembagian tugas yang jelas antara manajemen dan pelatih menjadi bagian penting dalam membangun tim yang solid.

“Kalau belum memenuhi standar, tentu akan kita evaluasi. Ini tim untuk keinginan Porprovsu, bukan tim coba-coba,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek kualitas menjadi salah satu perhatian utama dalam pembentukan skuad. Setiap pemain diharapkan mampu memenuhi standar yang dibutuhkan agar tim dapat tampil kompetitif.

Talenta Lokal Jadi Prioritas

Senada dengan visi manajer tim, Sekretaris Tim Fadli Hasibuan mengatakan proses seleksi akan dilakukan secara objektif.

Prioritas diberikan kepada pemain yang memiliki talenta sekaligus menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti proses pembinaan dan seleksi.

Kebijakan tersebut sejalan dengan keinginan Bung Karim untuk menjadikan tim sepak bola Porprovsu sebagai salah satu wadah bagi pemain muda daerah dalam mengembangkan kemampuan mereka.

Pembinaan pemain lokal menjadi bagian penting karena keberadaan tim bukan hanya ditujukan untuk mengejar hasil pertandingan, tetapi juga membuka ruang bagi talenta muda Labuhanbatu untuk mendapatkan pengalaman kompetitif.

Dengan seleksi berbasis kemampuan, fisik, taktik, mental, dan disiplin, manajemen berharap pemain yang terpilih benar-benar merupakan skuad terbaik yang dapat membawa nama daerah di ajang Porprovsu XII 2026.

Olahraga sebagai Pemersatu Masyarakat

Bagi Bung Karim, sepak bola juga memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar pertandingan di lapangan.

Ia melihat olahraga sebagai ruang yang dapat mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam semangat yang sama. Di tengah dinamika kehidupan politik dan sosial, olahraga dapat menjadi ruang bersama yang menyatukan masyarakat melalui dukungan terhadap tim daerah.

“Kita ingin masyarakat bangga. Kalau tim kuat, semangat daerah ikut naik,” kata Bung Karim.

Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya bersedia terlibat langsung dalam pengelolaan tim sepak bola Porprovsu 2026.

Menurutnya, keberhasilan tim di lapangan dapat memberikan dampak positif terhadap semangat masyarakat. Dukungan terhadap tim juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terus mengembangkan potensi mereka di bidang olahraga.

Menatap Porprovsu 2026 dengan Target Kompetitif

Dengan keterlibatan Bung Karim sebagai manajer, persiapan tim sepak bola Labuhanbatu kini diarahkan untuk menghadapi Porprovsu XII 2026 dengan tingkat kesiapan yang lebih baik.

Laga uji coba yang akan digelar menjadi salah satu momentum penting untuk mengukur kekuatan skuad. Hasil evaluasi dari pertandingan tersebut nantinya dapat menjadi bahan bagi manajemen dan tim pelatih dalam menentukan langkah selanjutnya.

Bagi tim, setiap tahapan persiapan menjadi bagian dari proses membangun skuad yang mampu bersaing. Seleksi pemain, pembinaan, peningkatan fisik, pematangan taktik, hingga penguatan mental menjadi aspek yang mendapat perhatian.

Di sisi lain, kehadiran seorang anggota DPRD sekaligus Ketua Gerindra Labuhanbatu sebagai manajer memberikan warna tersendiri dalam persiapan tim.

Bung Karim memilih terlibat langsung di lapangan, bukan sekadar mencantumkan nama dalam struktur manajemen. Ia ingin memastikan proses persiapan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Namun, keterlibatan tersebut tetap dibarengi dengan penegasan mengenai profesionalitas. Keputusan teknis pertandingan dan pemain tetap berada di tangan jajaran pelatih.

Dengan komposisi manajemen dan tim pelatih yang telah disiapkan, skuad sepak bola Labuhanbatu kini menatap Porprovsu 2026 dengan optimisme.

Laga uji coba nantinya bukan hanya menjadi pertandingan persahabatan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kesiapan tim sebelum memasuki persaingan resmi.

Dari tanah Labuhanbatu, keterlibatan Bung Karim sebagai manajer tim sepak bola Porprovsu 2026 sekaligus menjadi catatan tersendiri. Ia disebut menjadi anggota DPRD pertama di Sumatera Utara yang mengambil peran tersebut dalam ajang Porprovsu.

Kini, perhatian diarahkan kepada skuad yang tengah dipersiapkan. Dengan mengedepankan seleksi berbasis performa, disiplin, fisik, taktik, dan mental, tim sepak bola Labuhanbatu diharapkan mampu menunjukkan kualitas terbaik dan kembali menempatkan daerah tersebut dalam peta persaingan sepak bola Sumatera Utara.

Porprovsu XII 2026 pun menjadi panggung pembuktian bagi para pemain muda Labuhanbatu. Di bawah manajemen Bung Karim dan arahan tim pelatih, skuad tersebut dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi dengan target tampil kompetitif sekaligus membawa kebanggaan bagi masyarakat daerah.


PENULIS: (Greg)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post