POSMETROSUMUT.COM | SURABAYA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., mengapresiasi perkembangan amal usaha Muhammadiyah di Ranting Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-114 yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keputih di Lantai 5 SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 2, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema "Bersama Satukan Bangsa", kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian sejumlah fasilitas dan amal usaha Muhammadiyah, mulai dari Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman, hingga Rumah Usaha Persyarikatan.
Selain itu, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung 2 LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah KH AR Fachruddin serta peluncuran Batik Persyarikatan Khas Keputih.
Acara yang berlangsung pukul 07.30 hingga 11.00 WIB tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar UMKM murah bagi masyarakat.
Muhadjir Effendy yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji hadir sebagai pemateri utama dalam tabligh akbar tersebut.
PRM Keputih Siapkan Rangkaian Kegiatan Milad
Ketua PRM Keputih, Ahmad Naim, mengatakan tabligh akbar tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Milad Muhammadiyah ke-114 yang puncak peringatannya jatuh pada 18 November 2026.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pembuka sebelum dilanjutkan dengan berbagai agenda lainnya, termasuk kompetisi dan perlombaan yang akan melibatkan unsur Muhammadiyah di tingkat cabang dan daerah.
"Insya Allah, pelaksanaan milad itu sendiri pada tanggal 18 November. Tentunya kita mengawali kegiatan tabligh akbar ini yang nantinya akan disusul dengan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti kompetisi atau lomba-lomba yang juga akan mengikuti kegiatan di cabang dan daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga meresmikan dan menandatangani sejumlah fasilitas serta amal usaha yang dikembangkan PRM Keputih.
Salah satunya Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya yang menjadi fasilitas pendukung kegiatan pendidikan dan aktivitas persyarikatan.
Ada pula Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman yang difungsikan sebagai pusat kegiatan dakwah sekaligus kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukolilo.
Di bidang sosial, PRM Keputih mengembangkan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah KH AR Fachruddin. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tahap kedua dilakukan sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pelayanan panti asuhan dan kesejahteraan anak.
Sementara itu, penguatan ekonomi persyarikatan dilakukan melalui Rumah Usaha Muhammadiyah Ranting Keputih.
Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat koordinasi dan pengelolaan berbagai kegiatan usaha di lingkungan Muhammadiyah, termasuk usaha yang dikelola Aisyiyah, pemuda Muhammadiyah, hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
PRM Keputih juga memperkenalkan Batik Persyarikatan Khas Keputih. Batik eksklusif tersebut dirancang sebagai identitas resmi warga Muhammadiyah Keputih dan tidak dimiliki warga Muhammadiyah di wilayah lainnya.
Ahmad Naim berharap, bertambahnya usia Muhammadiyah dapat diikuti dengan perkembangan organisasi yang semakin baik, berprestasi, dan terus melahirkan inovasi.
Ia juga berharap amal usaha di lingkungan PRM Keputih terus bertambah sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
"Khususnya bagi warga Ranting Muhammadiyah Keputih, saya berharap amal usaha persyarikatan dapat terus berkembang dan bertambah lebih banyak lagi demi kemaslahatan umat," tegasnya.
Muhadjir Soroti Transformasi Ekonomi Indonesia
Dalam tausiyah kebangsaannya, Muhadjir Effendy menyoroti kondisi Indonesia yang tengah memasuki masa transisi, terutama terkait upaya pemerintah melakukan transformasi ekonomi nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya mengembalikan arah pembangunan ekonomi agar sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33.
"Presiden kita itu sedang berupaya untuk melakukan transformasi bangunan bangsa ini, terutama dari sisi ekonomi itu ingin betul-betul mengembalikan Indonesia di dalam ril Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, di mana ekonomi itu harus dikelola sebagai usaha bersama dan berasaskan kekeluargaan," ujarnya.
Muhadjir menegaskan, perekonomian nasional harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan hanya dikuasai oleh segelintir pihak.
Ia menilai, prinsip usaha bersama dan kekeluargaan sebagaimana diamanatkan konstitusi harus menjadi landasan dalam membangun kedaulatan ekonomi Indonesia.
Namun, upaya melakukan transformasi tersebut membutuhkan dukungan masyarakat dan tidak terlepas dari berbagai tantangan.
Selain persoalan ekonomi, Muhadjir juga menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menyatakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendukung langkah tegas pemerintah melalui aparat keamanan, khususnya kepolisian, dalam menindak para pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Muhammadiyah mendukung penuh langkah-langkah pemerintah melalui aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menindak tegas para pelaku. Dan harus menggunakan prinsip zero tolerance," tegasnya.
Apresiasi Ketahanan Kader Muhammadiyah Keputih
Muhadjir turut memberikan apresiasi kepada PCM Sukolilo dan PRM Keputih atas perkembangan amal usaha yang dinilainya telah mencapai kapasitas setara dengan pengelolaan Muhammadiyah di tingkat daerah.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadikan Keputih layak disebut sebagai kawasan Muhammadiyah istimewa karena mampu mengembangkan berbagai amal usaha di tingkat ranting.
Ia secara khusus menyoroti pembangunan gedung hingga lantai lima yang diresmikan dalam kegiatan tersebut. Proses pembangunan yang diinisiasi selama kurang lebih 10 tahun dinilai mencerminkan ketekunan dan daya tahan para kader.
Muhadjir mengibaratkan perjalanan Muhammadiyah seperti pelari maraton yang mengutamakan ketahanan, bukan sprinter yang hanya mengejar kecepatan.
Menurutnya, kemampuan Muhammadiyah bertahan hingga lebih dari satu abad merupakan hasil kerja keras yang disertai kesabaran dan konsistensi para kader.
"Kalau pelari bukan pelari sprinter, bukan pelari yang mengejar kecepatan, tetapi mengejar daya tahan, maraton. Sehingga Muhammadiyah bisa bertahan sampai 100 tahun lebih ini ya berkat karena kita disamping bekerja keras juga diiringi dengan kesabaran," pungkasnya.
Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di Keputih menjadi momentum untuk memperkuat gerakan persyarikatan melalui bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
PRM Keputih berharap pengembangan berbagai amal usaha tersebut dapat semakin memperluas manfaat Muhammadiyah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis: (Sigit Santoso)
www.posmetrosumut.com
Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-114 yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keputih di Lantai 5 SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 2, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema "Bersama Satukan Bangsa", kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian sejumlah fasilitas dan amal usaha Muhammadiyah, mulai dari Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman, hingga Rumah Usaha Persyarikatan.
Selain itu, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung 2 LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah KH AR Fachruddin serta peluncuran Batik Persyarikatan Khas Keputih.
Acara yang berlangsung pukul 07.30 hingga 11.00 WIB tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar UMKM murah bagi masyarakat.
Muhadjir Effendy yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji hadir sebagai pemateri utama dalam tabligh akbar tersebut.
PRM Keputih Siapkan Rangkaian Kegiatan Milad
Ketua PRM Keputih, Ahmad Naim, mengatakan tabligh akbar tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Milad Muhammadiyah ke-114 yang puncak peringatannya jatuh pada 18 November 2026.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pembuka sebelum dilanjutkan dengan berbagai agenda lainnya, termasuk kompetisi dan perlombaan yang akan melibatkan unsur Muhammadiyah di tingkat cabang dan daerah.
"Insya Allah, pelaksanaan milad itu sendiri pada tanggal 18 November. Tentunya kita mengawali kegiatan tabligh akbar ini yang nantinya akan disusul dengan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti kompetisi atau lomba-lomba yang juga akan mengikuti kegiatan di cabang dan daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga meresmikan dan menandatangani sejumlah fasilitas serta amal usaha yang dikembangkan PRM Keputih.
Salah satunya Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya yang menjadi fasilitas pendukung kegiatan pendidikan dan aktivitas persyarikatan.
Ada pula Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman yang difungsikan sebagai pusat kegiatan dakwah sekaligus kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukolilo.
Di bidang sosial, PRM Keputih mengembangkan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah KH AR Fachruddin. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tahap kedua dilakukan sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pelayanan panti asuhan dan kesejahteraan anak.
Sementara itu, penguatan ekonomi persyarikatan dilakukan melalui Rumah Usaha Muhammadiyah Ranting Keputih.
Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat koordinasi dan pengelolaan berbagai kegiatan usaha di lingkungan Muhammadiyah, termasuk usaha yang dikelola Aisyiyah, pemuda Muhammadiyah, hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
PRM Keputih juga memperkenalkan Batik Persyarikatan Khas Keputih. Batik eksklusif tersebut dirancang sebagai identitas resmi warga Muhammadiyah Keputih dan tidak dimiliki warga Muhammadiyah di wilayah lainnya.
Ahmad Naim berharap, bertambahnya usia Muhammadiyah dapat diikuti dengan perkembangan organisasi yang semakin baik, berprestasi, dan terus melahirkan inovasi.
Ia juga berharap amal usaha di lingkungan PRM Keputih terus bertambah sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
"Khususnya bagi warga Ranting Muhammadiyah Keputih, saya berharap amal usaha persyarikatan dapat terus berkembang dan bertambah lebih banyak lagi demi kemaslahatan umat," tegasnya.
Muhadjir Soroti Transformasi Ekonomi Indonesia
Dalam tausiyah kebangsaannya, Muhadjir Effendy menyoroti kondisi Indonesia yang tengah memasuki masa transisi, terutama terkait upaya pemerintah melakukan transformasi ekonomi nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya mengembalikan arah pembangunan ekonomi agar sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33.
"Presiden kita itu sedang berupaya untuk melakukan transformasi bangunan bangsa ini, terutama dari sisi ekonomi itu ingin betul-betul mengembalikan Indonesia di dalam ril Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, di mana ekonomi itu harus dikelola sebagai usaha bersama dan berasaskan kekeluargaan," ujarnya.
Muhadjir menegaskan, perekonomian nasional harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan hanya dikuasai oleh segelintir pihak.
Ia menilai, prinsip usaha bersama dan kekeluargaan sebagaimana diamanatkan konstitusi harus menjadi landasan dalam membangun kedaulatan ekonomi Indonesia.
Namun, upaya melakukan transformasi tersebut membutuhkan dukungan masyarakat dan tidak terlepas dari berbagai tantangan.
Selain persoalan ekonomi, Muhadjir juga menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menyatakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendukung langkah tegas pemerintah melalui aparat keamanan, khususnya kepolisian, dalam menindak para pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Muhammadiyah mendukung penuh langkah-langkah pemerintah melalui aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menindak tegas para pelaku. Dan harus menggunakan prinsip zero tolerance," tegasnya.
Apresiasi Ketahanan Kader Muhammadiyah Keputih
Muhadjir turut memberikan apresiasi kepada PCM Sukolilo dan PRM Keputih atas perkembangan amal usaha yang dinilainya telah mencapai kapasitas setara dengan pengelolaan Muhammadiyah di tingkat daerah.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadikan Keputih layak disebut sebagai kawasan Muhammadiyah istimewa karena mampu mengembangkan berbagai amal usaha di tingkat ranting.
Ia secara khusus menyoroti pembangunan gedung hingga lantai lima yang diresmikan dalam kegiatan tersebut. Proses pembangunan yang diinisiasi selama kurang lebih 10 tahun dinilai mencerminkan ketekunan dan daya tahan para kader.
Muhadjir mengibaratkan perjalanan Muhammadiyah seperti pelari maraton yang mengutamakan ketahanan, bukan sprinter yang hanya mengejar kecepatan.
Menurutnya, kemampuan Muhammadiyah bertahan hingga lebih dari satu abad merupakan hasil kerja keras yang disertai kesabaran dan konsistensi para kader.
"Kalau pelari bukan pelari sprinter, bukan pelari yang mengejar kecepatan, tetapi mengejar daya tahan, maraton. Sehingga Muhammadiyah bisa bertahan sampai 100 tahun lebih ini ya berkat karena kita disamping bekerja keras juga diiringi dengan kesabaran," pungkasnya.
Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di Keputih menjadi momentum untuk memperkuat gerakan persyarikatan melalui bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
PRM Keputih berharap pengembangan berbagai amal usaha tersebut dapat semakin memperluas manfaat Muhammadiyah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis: (Sigit Santoso)
www.posmetrosumut.com





This post have 0 comments