POSMETROSUMUT.COM | SAMOSIR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Samosirdalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat kembali menunjukkan langkah nyata. Pembangunan gedung Catheterization Laboratory (Cathlab) di RSUD Hadrianus Sinaga resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Elfin Elyas, Rabu (22/7), di kompleks RSUD Hadrianus Sinaga.
Pembangunan fasilitas kesehatan strategis tersebut menjadi tonggak penting bagi peningkatan layanan medis di Kabupaten Samosir, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang selama ini masih membutuhkan rujukan ke daerah lain. Kehadiran Cathlab diharapkan mampu mempercepat diagnosis dan tindakan medis bagi pasien dengan gangguan kardiovaskular sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan daerah.
Pembangunan Cathlab ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kementerian Kesehatan RI. Melalui dukungan pemerintah pusat, pembangunan gedung tersebut memperoleh alokasi anggaran lebih dari Rp1,49 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain meresmikan dimulainya pembangunan Cathlab, kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI ke Kabupaten Samosir juga dirangkaikan dengan agenda percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Sumatera Utara melalui penguatan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia. Program tersebut mencakup integrasi skrining TB ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Samosir. Menurutnya, pembangunan Cathlab merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat karena akan melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban Batak. Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami. Bangunan Cathlab ini sudah lama kami nantikan karena menjadi kebutuhan penting untuk melengkapi pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Vandiko. Ia menjelaskan bahwa sebelum pembangunan Cathlab dimulai, RSUD Hadrianus Sinaga juga telah menerima bantuan pembangunan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dari Kementerian Kesehatan RI. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut, terutama dalam penyediaan peralatan medis untuk ruang PICU maupun fasilitas Cathlab setelah gedung selesai dibangun.
Menurut Vandiko, keberadaan gedung tanpa dukungan peralatan yang memadai tentu belum dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu pengadaan peralatan Cathlab sehingga layanan jantung modern benar-benar dapat beroperasi di Kabupaten Samosir.
“Setelah gedung ini selesai, kami berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu penyediaan peralatan Cathlab sehingga pelayanan jantung di Samosir benar-benar dapat berjalan maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, Vandiko menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya menjamin akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari capaian Universal Health Coverage (UHC) yang berhasil dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut.
Saat ini, sebanyak 99,8 persen masyarakat Kabupaten Samosir telah terdaftar dan terlindungi dalam program BPJS Kesehatan. Capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.
Bupati Samosir juga menilai bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting mengingat Kabupaten Samosir merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang setiap tahunnya menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut telah mencapai sekitar 2,4 juta orang.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan, ketersediaan fasilitas kesehatan yang modern menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pengunjung maupun masyarakat setempat.
Pada kesempatan yang sama, Vandiko turut mengusulkan sejumlah program penguatan layanan kesehatan lainnya kepada Kementerian Kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), penambahan puskesmas di kawasan Tele yang merupakan pintu masuk Kabupaten Samosir, serta dukungan peralatan medis untuk Puskesmas Ambarita yang telah selesai direnovasi.
“Kami percaya, melalui kunjungan Bapak Wakil Menteri, pelayanan kesehatan di Kabupaten Samosir akan semakin mendapat perhatian sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Vandiko.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pembangunan Cathlab di RSUD Hadrianus Sinaga merupakan bagian dari keberlanjutan program pembangunan kesehatan nasional yang terus dijalankan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah saat ini fokus pada berbagai program prioritas kesehatan, mulai dari pembangunan rumah sakit, penguatan layanan penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, hingga percepatan eliminasi Tuberkulosis dan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis yang bertujuan meningkatkan upaya pencegahan penyakit.
“Program-program baik yang telah dirintis sebelumnya terus kami lanjutkan. Di era Presiden Prabowo, kami memperkuatnya dengan pemberantasan Tuberkulosis dan Program Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat lebih sehat dan penyakit dapat dicegah sejak dini,” ujar Benyamin.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi masyarakat Kabupaten Samosir. Ia mengungkapkan bahwa RSUD Hadrianus Sinaga masuk dalam daftar sekitar 400 rumah sakit daerah di Indonesia yang akan mendapatkan program renovasi dari Kementerian Kesehatan RI.
Menurutnya, usia bangunan rumah sakit yang sudah cukup lama membuat kebutuhan renovasi menjadi penting agar pelayanan kesehatan dapat semakin optimal dan memenuhi standar pelayanan yang terus berkembang.
“Rumah sakit ini sudah cukup tua dan membutuhkan peremajaan. RSUD Hadrianus Sinaga menjadi salah satu rumah sakit yang akan kami renovasi agar pelayanan kesehatan semakin baik,” katanya.
Benyamin menargetkan pembangunan Cathlab dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga fasilitas tersebut sudah dapat mulai beroperasi pada tahun depan. Ia bahkan menegaskan akan memantau langsung perkembangan pembangunan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal.
“Saya akan memantau langsung progres pembangunannya. Tahun depan Cathlab ini harus sudah beroperasi sehingga masyarakat Samosir yang mengalami penyakit jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” tegasnya.
Selain pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia berharap pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit dilakukan secara efisien sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan adat Batak, di akhir kegiatan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyerahkan ulos kepada Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus beserta rombongan. Prosesi mangulosi tersebut menjadi simbol penghargaan, doa, serta harapan agar Wakil Menteri Kesehatan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, termasuk memberikan perhatian bagi Kabupaten Samosir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Wakil Menteri Kesehatan RI Ny. Linda Octavianus Taroreh, Ketua Tim Kerja Tuberkulosis Triya Novita, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Sunarto, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Dede Mulyadi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir Dina Hutapea, Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Iwan H. Sihaloho, serta jajaran pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.
Penulis:(S Situmorang)
www.posmetrosumut.com
Pembangunan fasilitas kesehatan strategis tersebut menjadi tonggak penting bagi peningkatan layanan medis di Kabupaten Samosir, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang selama ini masih membutuhkan rujukan ke daerah lain. Kehadiran Cathlab diharapkan mampu mempercepat diagnosis dan tindakan medis bagi pasien dengan gangguan kardiovaskular sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan daerah.
Pembangunan Cathlab ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kementerian Kesehatan RI. Melalui dukungan pemerintah pusat, pembangunan gedung tersebut memperoleh alokasi anggaran lebih dari Rp1,49 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain meresmikan dimulainya pembangunan Cathlab, kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI ke Kabupaten Samosir juga dirangkaikan dengan agenda percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Sumatera Utara melalui penguatan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia. Program tersebut mencakup integrasi skrining TB ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Samosir. Menurutnya, pembangunan Cathlab merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat karena akan melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban Batak. Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami. Bangunan Cathlab ini sudah lama kami nantikan karena menjadi kebutuhan penting untuk melengkapi pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Vandiko. Ia menjelaskan bahwa sebelum pembangunan Cathlab dimulai, RSUD Hadrianus Sinaga juga telah menerima bantuan pembangunan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dari Kementerian Kesehatan RI. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut, terutama dalam penyediaan peralatan medis untuk ruang PICU maupun fasilitas Cathlab setelah gedung selesai dibangun.
Menurut Vandiko, keberadaan gedung tanpa dukungan peralatan yang memadai tentu belum dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu pengadaan peralatan Cathlab sehingga layanan jantung modern benar-benar dapat beroperasi di Kabupaten Samosir.
“Setelah gedung ini selesai, kami berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu penyediaan peralatan Cathlab sehingga pelayanan jantung di Samosir benar-benar dapat berjalan maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, Vandiko menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya menjamin akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari capaian Universal Health Coverage (UHC) yang berhasil dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut.
Saat ini, sebanyak 99,8 persen masyarakat Kabupaten Samosir telah terdaftar dan terlindungi dalam program BPJS Kesehatan. Capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.
Bupati Samosir juga menilai bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting mengingat Kabupaten Samosir merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang setiap tahunnya menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut telah mencapai sekitar 2,4 juta orang.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan, ketersediaan fasilitas kesehatan yang modern menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pengunjung maupun masyarakat setempat.
Pada kesempatan yang sama, Vandiko turut mengusulkan sejumlah program penguatan layanan kesehatan lainnya kepada Kementerian Kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), penambahan puskesmas di kawasan Tele yang merupakan pintu masuk Kabupaten Samosir, serta dukungan peralatan medis untuk Puskesmas Ambarita yang telah selesai direnovasi.
“Kami percaya, melalui kunjungan Bapak Wakil Menteri, pelayanan kesehatan di Kabupaten Samosir akan semakin mendapat perhatian sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Vandiko.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pembangunan Cathlab di RSUD Hadrianus Sinaga merupakan bagian dari keberlanjutan program pembangunan kesehatan nasional yang terus dijalankan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah saat ini fokus pada berbagai program prioritas kesehatan, mulai dari pembangunan rumah sakit, penguatan layanan penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, hingga percepatan eliminasi Tuberkulosis dan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis yang bertujuan meningkatkan upaya pencegahan penyakit.
“Program-program baik yang telah dirintis sebelumnya terus kami lanjutkan. Di era Presiden Prabowo, kami memperkuatnya dengan pemberantasan Tuberkulosis dan Program Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat lebih sehat dan penyakit dapat dicegah sejak dini,” ujar Benyamin.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi masyarakat Kabupaten Samosir. Ia mengungkapkan bahwa RSUD Hadrianus Sinaga masuk dalam daftar sekitar 400 rumah sakit daerah di Indonesia yang akan mendapatkan program renovasi dari Kementerian Kesehatan RI.
Menurutnya, usia bangunan rumah sakit yang sudah cukup lama membuat kebutuhan renovasi menjadi penting agar pelayanan kesehatan dapat semakin optimal dan memenuhi standar pelayanan yang terus berkembang.
“Rumah sakit ini sudah cukup tua dan membutuhkan peremajaan. RSUD Hadrianus Sinaga menjadi salah satu rumah sakit yang akan kami renovasi agar pelayanan kesehatan semakin baik,” katanya.
Benyamin menargetkan pembangunan Cathlab dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga fasilitas tersebut sudah dapat mulai beroperasi pada tahun depan. Ia bahkan menegaskan akan memantau langsung perkembangan pembangunan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal.
“Saya akan memantau langsung progres pembangunannya. Tahun depan Cathlab ini harus sudah beroperasi sehingga masyarakat Samosir yang mengalami penyakit jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” tegasnya.
Selain pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia berharap pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit dilakukan secara efisien sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan adat Batak, di akhir kegiatan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyerahkan ulos kepada Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus beserta rombongan. Prosesi mangulosi tersebut menjadi simbol penghargaan, doa, serta harapan agar Wakil Menteri Kesehatan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, termasuk memberikan perhatian bagi Kabupaten Samosir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Wakil Menteri Kesehatan RI Ny. Linda Octavianus Taroreh, Ketua Tim Kerja Tuberkulosis Triya Novita, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Sunarto, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Dede Mulyadi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir Dina Hutapea, Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Iwan H. Sihaloho, serta jajaran pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.
Penulis:(S Situmorang)
www.posmetrosumut.com






This post have 0 comments