Kamis, 27 Agustus 2026

author photo
KKN UNIMED 2026 di Baja Ronggi Dorong Terwujudnya Desa Cerdas
POSMETROSUMUT.COM | Desa Baja Ronggi — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Medan (UNIMED) Tahun 2026 di Desa Baja Ronggi menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong terwujudnya konsep Desa Cerdas. Selama 42 hari pengabdian, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus menghadirkan pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan desa.

Pelaksanaan KKN tersebut mengusung subtema “Desa Cerdas”. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan desa, bukan sekadar sebagai penerima manfaat program.

Desa dipandang sebagai ruang tumbuhnya harapan, pengetahuan, kebersamaan, serta masa depan generasi penerus. Karena itu, pembangunan desa tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan jalan, gedung, maupun fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNIMED 2026 membawa pengetahuan, semangat, dan inovasi dari lingkungan akademik. Di sisi lain, masyarakat Desa Baja Ronggi memberikan pengalaman, kearifan lokal, serta pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan kehidupan desa.

Kolaborasi tersebut menjadi dasar dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Desa Cerdas

Salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam program KKN UNIMED 2026 adalah pendidikan. Melalui program Rumah Belajar (RUMBEL), anak-anak Desa Baja Ronggi mendapatkan ruang untuk belajar bersama dan memperoleh pendampingan dalam menyelesaikan berbagai pelajaran sekolah.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan minat baca dan membangun semangat belajar anak-anak.

Meski terlihat sederhana, pendampingan belajar memiliki arti penting bagi perkembangan anak. Kehadiran mahasiswa memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan suasana belajar yang berbeda, sekaligus mendorong mereka agar lebih bersemangat dalam menambah pengetahuan.

Bagi Desa Baja Ronggi, peningkatan minat belajar generasi muda merupakan bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia.

Anak-anak yang tumbuh dengan semangat belajar diharapkan menjadi generasi yang nantinya mampu berkontribusi terhadap perkembangan desa. Dengan demikian, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Desa Cerdas.

Dorong Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain pendidikan, aspek kesehatan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNIMED 2026. Melalui program Senam Bugar (SEGAR), mahasiswa mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara bersama-sama.

Kegiatan olahraga bersama tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebugaran tubuh.

Konsep Desa Cerdas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. Masyarakat yang cerdas juga ditandai dengan kesadaran menjaga kesehatan serta membangun kebiasaan hidup yang mendukung kualitas kehidupan.

Karena itu, kegiatan senam menjadi salah satu upaya sederhana untuk mendorong masyarakat agar menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian

Persoalan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep Desa Cerdas. Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan sampah.

KKN UNIMED 2026 turut mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi serta pelatihan pengelolaan sampah. Selain itu, pengadaan bank sampah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.

Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kawasan tempat tinggal yang lebih nyaman, tetapi juga mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui edukasi dan kebiasaan yang dibangun secara bersama-sama, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Pelatihan Konsentrat Pakan Ternak Manfaatkan Potensi Lokal

Salah satu program kerja unggulan KKN UNIMED 2026 di Desa Baja Ronggi adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan konsentrat pakan ternak.

Program tersebut lahir dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih optimal.

Bagi masyarakat yang memiliki usaha peternakan, ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor penting yang berkaitan dengan pertumbuhan dan produktivitas ternak. Namun, tidak semua peternak mempunyai akses yang mudah terhadap pakan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNIMED 2026 memperkenalkan pengetahuan mengenai pembuatan konsentrat pakan ternak sebagai salah satu alternatif yang dapat dikembangkan masyarakat.

Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa juga memberikan sosialisasi dan pelatihan praktik kepada masyarakat.

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai bahan-bahan yang dapat digunakan, fungsi setiap bahan dalam pakan, proses pencampuran, hingga cara menghasilkan konsentrat yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan nutrisi ternak.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan konsep Desa Cerdas di bidang peternakan.

Desa Cerdas, dalam konteks ini, tidak dimaknai semata-mata sebagai desa yang mampu menggunakan teknologi digital. Kecerdasan masyarakat juga tercermin dari kemampuan menerima pengetahuan baru, mengembangkan keterampilan, serta mengolah potensi lokal menjadi solusi terhadap kebutuhan sehari-hari.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Desa

Konsep Desa Cerdas juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kebersamaan.

Ketika masyarakat memiliki ruang untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan bekerja sama, budaya gotong royong dapat semakin kuat.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan setiap program. Sebab, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh bagaimana program tersebut dirancang atau dilaksanakan selama masa KKN.

Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, dan melanjutkan manfaat dari program setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

Karena itu, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKN UNIMED 2026 di Desa Baja Ronggi.

Mahasiswa Belajar dari Kehidupan Masyarakat

Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN bukan hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi proses pembelajaran langsung di luar lingkungan kampus.

Selama berada di Desa Baja Ronggi, mahasiswa belajar bahwa teori yang diperoleh selama perkuliahan tidak selalu dapat diterapkan begitu saja di tengah masyarakat.

Diperlukan kemampuan untuk mendengarkan, memahami kondisi masyarakat, menyesuaikan diri, serta membangun komunikasi yang baik.

Dalam proses tersebut, masyarakat juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa. Kehidupan sehari-hari masyarakat memberikan pengalaman mengenai kesederhanaan, kerja keras, kepedulian, serta kuatnya nilai gotong royong.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kepekaan dan kemampuan membangun hubungan yang saling menghargai.

Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Desa Cerdas

Pelaksanaan KKN UNIMED 2026 di Desa Baja Ronggi menunjukkan bahwa pembangunan Desa Cerdas bukan pekerjaan satu pihak.

Mahasiswa memiliki pengetahuan, gagasan, serta inovasi yang diperoleh dari lingkungan akademik. Sementara itu, masyarakat memiliki pengalaman, kearifan lokal, serta pemahaman mengenai potensi dan persoalan desa.

Ketika pengetahuan bertemu dengan pengalaman, keduanya dapat menjadi kekuatan untuk mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berbagai program seperti Rumah Belajar, Senam Bugar, sosialisasi pengelolaan sampah dan bank sampah, hingga pelatihan pembuatan konsentrat pakan ternak menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut.

Selama masyarakat tetap memiliki semangat untuk belajar, keberanian melakukan inovasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemauan untuk saling menguatkan, upaya menuju Desa Baja Ronggi yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya akan terus berkembang.

KKN UNIMED 2026 pada akhirnya bukan sekadar kegiatan selama 42 hari. Lebih dari itu, pengabdian tersebut menjadi momentum mempertemukan semangat generasi muda dengan pengalaman masyarakat untuk membangun perubahan dari lingkungan desa.

Dari Desa Baja Ronggi, semangat perubahan tumbuh melalui kebersamaan. Desa Cerdas diwujudkan ketika pengetahuan, potensi lokal, dan gotong royong bergerak dalam satu langkah bersama.


PENULIS: (ND Ispa)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post