Kamis, 27 Agustus 2026

author photo
Mahasiswa KKN STIE YAPAN Bantu UMKM Bantal Guling Go Digital
POSMETROSUMUT.COM | Sidoarjo – Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pengenalan produk kepada masyarakat. Hal tersebut turut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya saat menjalankan program pengabdian di Desa Simogirang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan KKN yang berlangsung pada 11–24 Agustus 2026, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan terhadap UMKM bantal dan guling milik Bapak Sutrisno di Dusun Jenjen, Desa Simogirang. Mahasiswa membantu memperkenalkan produk usaha tersebut melalui pembuatan konten promosi digital.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana alternatif pemasaran. Dengan konten yang informatif dan menarik, produk UMKM diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pemasaran secara langsung di lingkungan sekitar.

Diawali Survei dan Observasi UMKM

Sebelum membuat materi promosi, mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya terlebih dahulu melakukan survei dan observasi terhadap usaha milik Bapak Sutrisno.

Survei tersebut menjadi tahapan awal untuk memahami kondisi usaha secara langsung. Mahasiswa melihat produk yang dihasilkan, mengetahui metode pemasaran yang selama ini digunakan, serta mengidentifikasi peluang yang dapat dikembangkan dalam kegiatan promosi.

Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa pemasaran produk bantal dan guling masih dilakukan secara konvensional.

Kondisi itu kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk memberikan dukungan melalui pembuatan konten promosi digital. Pemanfaatan media digital dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang berada di luar lingkungan sekitar UMKM.

Ketua KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya, Jevin Jemparus, mengatakan survei dilakukan agar program yang diberikan mahasiswa sesuai dengan kondisi usaha dan kebutuhan UMKM.

“Sebelumnya, UMKM masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Karena itu, kami melihat adanya peluang untuk membantu memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas melalui konten promosi digital. Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong transisi dari pemasaran konvensional menuju pemasaran digital,” ujar Jevin.

Mahasiswa Buat Konten Promosi Produk

Setelah melakukan survei, mahasiswa kemudian menjalankan proses pembuatan konten promosi untuk produk bantal dan guling milik Bapak Sutrisno.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11–14 Agustus 2026. Tahapan yang dilakukan meliputi pengambilan dokumentasi produk, penyusunan konsep promosi, hingga proses penyuntingan konten digital.

Konten dirancang dengan menampilkan produk bantal dan guling secara informatif serta menarik. Materi tersebut ditujukan sebagai sarana untuk membantu mengenalkan produk UMKM kepada masyarakat melalui platform digital.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan KKN sendiri merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan program kerja, tetapi juga dapat memberikan manfaat sesuai dengan potensi maupun kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam konteks UMKM, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk. Konten promosi memungkinkan informasi mengenai produk disampaikan dalam bentuk visual yang lebih mudah dibagikan melalui berbagai platform digital.

Pemilik UMKM Sambut Baik Pendampingan

Pemilik UMKM bantal dan guling, Bapak Sutrisno, menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya.

Menurut Sutrisno, selama ini pemasaran produk masih banyak dilakukan secara langsung. Karena itu, adanya konten promosi digital menjadi pengalaman baru sekaligus alternatif untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat di luar lingkungan sekitar.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat konten untuk produk kami. Selama ini pemasaran masih banyak dilakukan secara langsung. Dengan adanya konten seperti ini, kami berharap produk kami bisa lebih dikenal oleh masyarakat,” ujar Sutrisno.

Dukungan mahasiswa tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi usaha milik Sutrisno, khususnya dalam memperluas pengenalan produk melalui media digital.

Mahasiswa juga berharap konten yang telah dibuat dapat menjadi salah satu sarana alternatif bagi UMKM untuk memperkenalkan produk bantal dan guling kepada masyarakat yang lebih luas serta membuka peluang menjangkau calon konsumen di luar wilayah sekitar.

Bagian dari Rangkaian KKN di Desa Simogirang

Pendampingan UMKM bantal dan guling ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya di Desa Simogirang.

Selama pelaksanaan KKN pada 11–24 Agustus 2026, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan pengabdian yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Program pendampingan UMKM menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital di tingkat usaha masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya berharap teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif dalam memperkenalkan dan mempromosikan produk lokal.

Bagi UMKM di Dusun Jenjen, khususnya usaha bantal dan guling milik Bapak Sutrisno, kehadiran konten promosi digital diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pengenalan produk.

Dengan demikian, produk yang selama ini dipasarkan secara konvensional memiliki peluang untuk semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas dan menjangkau calon konsumen di luar lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program KKN dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan teknologi digital dalam promosi UMKM pun diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu alternatif pemasaran, tanpa menghilangkan metode pemasaran yang selama ini telah dijalankan oleh pelaku usaha.


PENULIS: (Sigit Santoso)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post