POSMETROSUMUT.COM Surabaya — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I, Reni Astuti, menyoroti belum terlihatnya komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan guru dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2027.
Catatan tersebut disampaikan Reni saat mengikuti sesi PKS Legislative Report menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Reni menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah substansi dalam Pidato Kenegaraan Presiden, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur. Namun, sebagai anggota Komisi X DPR RI yang salah satunya memiliki perhatian terhadap sektor pendidikan, ia mengaku masih menunggu penegasan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan para pendidik.
Menurut Reni, isu kesejahteraan guru merupakan salah satu hal penting yang semestinya mendapat perhatian dalam arah kebijakan anggaran pemerintah untuk 2027.
“Hanya saya sebagai anggota Komisi 10 tadi sebenarnya menunggu-nunggu terkait dengan keberpihakan pemerintah di R-APBN 2027 terkait dengan kesejahteraan guru. Nah, ini yang tadi belum terlihat di situ,” ujar Reni, Sabtu (15/8/2026).
Kesejahteraan Guru Dinilai Perlu Mendapat Perhatian
Pernyataan tersebut menjadi catatan Reni dalam melihat arah R-APBN 2027. Ia menilai pembahasan mengenai pembangunan nasional tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pengelolaan sumber daya, tetapi juga harus memperhatikan sumber daya manusia yang menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.
Dalam konteks pendidikan, guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu, menurut Reni, perhatian terhadap kesejahteraan pendidik menjadi bagian yang penting dalam memastikan kualitas pendidikan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Reni menegaskan, pemerintah harus terus membuka ruang terhadap kritik dan evaluasi yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, kritik bukan semata-mata bentuk penolakan, melainkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan serta memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan rakyat.
Ia juga mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih agar tetap menjaga akuntabilitas publik melalui sikap terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
“Dalam capaian saat ini jika masih ada yang kurang, pemerintah siap untuk dikoreksi, pejabat siap untuk dikoreksi,” tegasnya.
Kritik Publik Disebut Bisa Memperkuat Kepercayaan
Reni berpandangan, pemerintah perlu merespons koreksi publik secara positif. Menurutnya, keterbukaan terhadap evaluasi justru dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Kepercayaan publik, lanjut Reni, merupakan modal penting dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan nasional. Ketika masyarakat melihat pemerintah terbuka terhadap kritik dan bersedia melakukan perbaikan, hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat terbangun secara lebih kuat.
Hal tersebut menjadi penting karena berbagai target pembangunan nasional membutuhkan dukungan masyarakat. Kebijakan pemerintah tidak hanya membutuhkan perencanaan dan anggaran, tetapi juga kepercayaan serta partisipasi publik dalam pelaksanaannya.
Karena itu, Reni mendorong agar pemerintah tetap menjadikan masukan masyarakat sebagai salah satu bahan evaluasi dalam memperbaiki kebijakan.
Sorotan terhadap R-APBN 2027 mengenai kesejahteraan guru tersebut sekaligus menunjukkan perhatian Reni terhadap sektor pendidikan. Sebagai anggota Komisi X DPR RI, isu pendidikan menjadi salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dorong Pemuda Gali Potensi dan Berinovasi
Selain berbicara mengenai kesejahteraan guru dan pentingnya keterbukaan pemerintah terhadap kritik, Reni juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda.
Momentum menyambut perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan bagi Reni untuk mengajak anak-anak muda Indonesia terus mengembangkan kemampuan dan menggali potensi yang dimiliki.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam masa depan Indonesia, terlebih dengan adanya bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan bangsa.
Menurut Reni, potensi anak muda tidak hanya berada pada satu bidang. Anak-anak muda memiliki peluang untuk berkontribusi melalui berbagai sektor, mulai dari sains, ilmu pengetahuan, olahraga hingga budaya.
Karena itu, ia mendorong generasi muda agar tidak berhenti mengejar cita-cita dan terus mengembangkan kemampuan secara maksimal.
“Masa depan Indonesia ada di anak-anak muda, semangat untuk terus mencapai cita-citanya. Gali potensi dengan semaksimal mungkin. DPR RI tentu akan memberikan dukungan yang besar terhadap segala bentuk potensi yang ada di anak-anak muda juga di berbagai bidang, sains, ilmu pengetahuan, kemudian di olahraga dan budaya,” pungkas Reni.
DPR RI Disebut Akan Terus Mengawal Potensi Generasi Muda
Pesan tersebut menegaskan pentingnya dukungan terhadap generasi muda sebagai bagian dari pembangunan Indonesia. Menurut Reni, inovasi dan potensi anak muda perlu mendapatkan dukungan agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
Dukungan tersebut mencakup berbagai bidang yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi dan menghasilkan inovasi. Sains dan ilmu pengetahuan, misalnya, menjadi sektor yang dapat mendorong kemajuan bangsa melalui kreativitas dan kemampuan generasi muda.
Demikian pula olahraga dan budaya yang memiliki ruang besar bagi anak muda untuk menunjukkan prestasi sekaligus memperkuat identitas Indonesia.
Reni memastikan parlemen akan terus mengawal serta memberikan dukungan terhadap berbagai potensi tersebut. Baginya, masa depan Indonesia tidak terlepas dari kemampuan generasi muda dalam mengembangkan diri dan mengambil peran dalam pembangunan.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan guru yang disampaikan Reni menjadi bagian dari catatan terhadap arah kebijakan R-APBN 2027. Ia berharap keberpihakan terhadap pendidik dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga pembangunan sumber daya manusia berjalan beriringan dengan agenda pembangunan lainnya.
Dengan demikian, dua isu yang disampaikan Reni—kesejahteraan guru dan pengembangan potensi pemuda—sama-sama bermuara pada pentingnya pembangunan manusia. Guru berperan dalam mendidik generasi penerus, sementara generasi muda menjadi kekuatan yang akan menentukan arah Indonesia pada masa mendatang.
Pemerintah, menurut Reni, perlu terus membuka ruang evaluasi dan memastikan kebijakan yang disusun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, DPR RI memiliki peran untuk mengawal kebijakan serta menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat melalui fungsi legislatifnya.
Pesan tersebut disampaikan Reni dalam rangkaian keterangannya menjelang peringatan kemerdekaan, dengan menempatkan pendidikan, kesejahteraan pendidik, akuntabilitas pemerintah, serta dukungan terhadap generasi muda sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
PENULIS (Sigit Santoso)
www.posmetrosumut.com
Catatan tersebut disampaikan Reni saat mengikuti sesi PKS Legislative Report menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Reni menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah substansi dalam Pidato Kenegaraan Presiden, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur. Namun, sebagai anggota Komisi X DPR RI yang salah satunya memiliki perhatian terhadap sektor pendidikan, ia mengaku masih menunggu penegasan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan para pendidik.
Menurut Reni, isu kesejahteraan guru merupakan salah satu hal penting yang semestinya mendapat perhatian dalam arah kebijakan anggaran pemerintah untuk 2027.
“Hanya saya sebagai anggota Komisi 10 tadi sebenarnya menunggu-nunggu terkait dengan keberpihakan pemerintah di R-APBN 2027 terkait dengan kesejahteraan guru. Nah, ini yang tadi belum terlihat di situ,” ujar Reni, Sabtu (15/8/2026).
Kesejahteraan Guru Dinilai Perlu Mendapat Perhatian
Pernyataan tersebut menjadi catatan Reni dalam melihat arah R-APBN 2027. Ia menilai pembahasan mengenai pembangunan nasional tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pengelolaan sumber daya, tetapi juga harus memperhatikan sumber daya manusia yang menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.
Dalam konteks pendidikan, guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu, menurut Reni, perhatian terhadap kesejahteraan pendidik menjadi bagian yang penting dalam memastikan kualitas pendidikan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Reni menegaskan, pemerintah harus terus membuka ruang terhadap kritik dan evaluasi yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, kritik bukan semata-mata bentuk penolakan, melainkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan serta memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan rakyat.
Ia juga mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih agar tetap menjaga akuntabilitas publik melalui sikap terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
“Dalam capaian saat ini jika masih ada yang kurang, pemerintah siap untuk dikoreksi, pejabat siap untuk dikoreksi,” tegasnya.
Kritik Publik Disebut Bisa Memperkuat Kepercayaan
Reni berpandangan, pemerintah perlu merespons koreksi publik secara positif. Menurutnya, keterbukaan terhadap evaluasi justru dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Kepercayaan publik, lanjut Reni, merupakan modal penting dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan nasional. Ketika masyarakat melihat pemerintah terbuka terhadap kritik dan bersedia melakukan perbaikan, hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat terbangun secara lebih kuat.
Hal tersebut menjadi penting karena berbagai target pembangunan nasional membutuhkan dukungan masyarakat. Kebijakan pemerintah tidak hanya membutuhkan perencanaan dan anggaran, tetapi juga kepercayaan serta partisipasi publik dalam pelaksanaannya.
Karena itu, Reni mendorong agar pemerintah tetap menjadikan masukan masyarakat sebagai salah satu bahan evaluasi dalam memperbaiki kebijakan.
Sorotan terhadap R-APBN 2027 mengenai kesejahteraan guru tersebut sekaligus menunjukkan perhatian Reni terhadap sektor pendidikan. Sebagai anggota Komisi X DPR RI, isu pendidikan menjadi salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dorong Pemuda Gali Potensi dan Berinovasi
Selain berbicara mengenai kesejahteraan guru dan pentingnya keterbukaan pemerintah terhadap kritik, Reni juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda.
Momentum menyambut perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan bagi Reni untuk mengajak anak-anak muda Indonesia terus mengembangkan kemampuan dan menggali potensi yang dimiliki.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam masa depan Indonesia, terlebih dengan adanya bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan bangsa.
Menurut Reni, potensi anak muda tidak hanya berada pada satu bidang. Anak-anak muda memiliki peluang untuk berkontribusi melalui berbagai sektor, mulai dari sains, ilmu pengetahuan, olahraga hingga budaya.
Karena itu, ia mendorong generasi muda agar tidak berhenti mengejar cita-cita dan terus mengembangkan kemampuan secara maksimal.
“Masa depan Indonesia ada di anak-anak muda, semangat untuk terus mencapai cita-citanya. Gali potensi dengan semaksimal mungkin. DPR RI tentu akan memberikan dukungan yang besar terhadap segala bentuk potensi yang ada di anak-anak muda juga di berbagai bidang, sains, ilmu pengetahuan, kemudian di olahraga dan budaya,” pungkas Reni.
DPR RI Disebut Akan Terus Mengawal Potensi Generasi Muda
Pesan tersebut menegaskan pentingnya dukungan terhadap generasi muda sebagai bagian dari pembangunan Indonesia. Menurut Reni, inovasi dan potensi anak muda perlu mendapatkan dukungan agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
Dukungan tersebut mencakup berbagai bidang yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi dan menghasilkan inovasi. Sains dan ilmu pengetahuan, misalnya, menjadi sektor yang dapat mendorong kemajuan bangsa melalui kreativitas dan kemampuan generasi muda.
Demikian pula olahraga dan budaya yang memiliki ruang besar bagi anak muda untuk menunjukkan prestasi sekaligus memperkuat identitas Indonesia.
Reni memastikan parlemen akan terus mengawal serta memberikan dukungan terhadap berbagai potensi tersebut. Baginya, masa depan Indonesia tidak terlepas dari kemampuan generasi muda dalam mengembangkan diri dan mengambil peran dalam pembangunan.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan guru yang disampaikan Reni menjadi bagian dari catatan terhadap arah kebijakan R-APBN 2027. Ia berharap keberpihakan terhadap pendidik dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga pembangunan sumber daya manusia berjalan beriringan dengan agenda pembangunan lainnya.
Dengan demikian, dua isu yang disampaikan Reni—kesejahteraan guru dan pengembangan potensi pemuda—sama-sama bermuara pada pentingnya pembangunan manusia. Guru berperan dalam mendidik generasi penerus, sementara generasi muda menjadi kekuatan yang akan menentukan arah Indonesia pada masa mendatang.
Pemerintah, menurut Reni, perlu terus membuka ruang evaluasi dan memastikan kebijakan yang disusun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, DPR RI memiliki peran untuk mengawal kebijakan serta menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat melalui fungsi legislatifnya.
Pesan tersebut disampaikan Reni dalam rangkaian keterangannya menjelang peringatan kemerdekaan, dengan menempatkan pendidikan, kesejahteraan pendidik, akuntabilitas pemerintah, serta dukungan terhadap generasi muda sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
PENULIS (Sigit Santoso)
www.posmetrosumut.com




This post have 0 comments