Selasa, 15 September 2026

author photo
Cegah Bullying di Sekolah, Ketua KPAD Labura Beri Edukasi ke Siswa
POSMETROSUMUT.COM | LABUHANBATU UTARA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labuhanbatu Utara (Labura), H. Idris Aritonang, S.Sos.I, mengingatkan para pelajar untuk menjauhi segala bentuk bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Pesan tersebut disampaikan H. Idris saat menghadiri undangan SMKN PP Kualuh Selatan sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan sekaligus memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai bahaya bullying, Senin (14/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, H. Idris tidak hanya mengingatkan siswa mengenai dampak buruk perundungan, tetapi juga mendorong mereka untuk memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan dan pengalaman praktik yang diberikan pihak sekolah.

Menurutnya, para siswa SMKN PP Kualuh Selatan merupakan anak-anak yang memiliki kesempatan baik karena dapat menempuh pendidikan di sekolah sekaligus mendapatkan pengalaman terjun langsung dalam kegiatan praktik.

“Kalian adalah anak-anak yang beruntung bisa sekolah di tempat yang mantap ini. Apalagi kalian mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung dalam praktik. Maka manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar H. Idris kepada para peserta didik.

Siswa Diminta Tidak Menjadi Pelaku maupun Pembiar Bullying

Selain mendorong siswa agar bersungguh-sungguh mengikuti pendidikan, H. Idris memberikan perhatian khusus terhadap persoalan bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.

Ia mengingatkan agar peserta didik tidak hanya menghindari tindakan perundungan sebagai pelaku, tetapi juga tidak menjadi pihak yang membiarkan bullying berlangsung terhadap teman lainnya.

Pesan tersebut dinilai penting karena menciptakan lingkungan pendidikan yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Para siswa juga memiliki peran dalam menjaga hubungan yang sehat, saling menghargai, dan mencegah terjadinya tindakan yang dapat merugikan teman sebaya.

Dalam edukasinya, H. Idris menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan para siswa untuk menjauhi bullying.

Pertama, siswa diminta untuk saling menghargai dan menghormati sesama teman. Perbedaan karakter, latar belakang maupun kemampuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan orang lain.

Kedua, para peserta didik diingatkan untuk tidak mengejek, merendahkan atau mempermalukan teman. Tindakan yang dianggap sebagai candaan oleh seseorang dapat saja menimbulkan tekanan atau perasaan tidak nyaman bagi orang lain.

Ketiga, siswa diminta tidak melakukan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal. Perundungan tidak selalu berbentuk tindakan kekerasan secara langsung, tetapi juga dapat terjadi melalui perkataan yang menyakiti atau merendahkan seseorang.

Keempat, H. Idris mengajak siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan bullying. Sikap tegas diperlukan agar tindakan perundungan tidak dianggap sebagai sesuatu yang wajar di lingkungan pergaulan pelajar.

Kelima, apabila melihat adanya tindakan bullying, siswa diminta tidak ikut-ikutan dan segera melaporkannya kepada guru. Pelaporan tersebut menjadi salah satu langkah penting agar persoalan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Keenam, para siswa diajak untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi.

Pesan tersebut menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar mampu menghargai orang lain.

KPAD Labura Apresiasi Kepercayaan Pihak Sekolah

Pada kesempatan tersebut, H. Idris juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak SMKN PP Kualuh Selatan yang telah memberikan kepercayaan kepada KPAD Labura untuk hadir dan memberikan materi pembinaan kepada para siswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara KPAD Labura dan lembaga pendidikan dalam memberikan perlindungan sekaligus edukasi kepada anak-anak.

“Terima kasih kepada pihak sekolah SMKN PP Kualuh Selatan yang telah mengundang kami. Ini sudah menjadi undangan yang kedua bagi KPAD Labura untuk hadir sebagai pemateri di sekolah ini. Ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara sekolah dan KPAD dalam bersama-sama memberikan perlindungan serta edukasi kepada anak-anak,” kata H. Idris.

Undangan tersebut sekaligus menunjukkan adanya kerja sama yang berkelanjutan antara KPAD Labura dan pihak sekolah dalam membangun kesadaran mengenai perlindungan anak.

Bagi lingkungan pendidikan, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah memiliki peran dalam menciptakan suasana belajar yang aman, sementara peserta didik juga perlu memiliki kesadaran untuk tidak melakukan maupun membiarkan tindakan perundungan.

Edukasi mengenai bullying menjadi semakin penting karena lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang utama bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, membangun persahabatan, sekaligus mengembangkan karakter.

Karena itu, pesan yang disampaikan KPAD Labura kepada siswa SMKN PP Kualuh Selatan diarahkan agar mereka dapat membangun pola pergaulan yang sehat dengan mengedepankan rasa hormat dan kepedulian terhadap sesama.

KPAD Labura Terus Bersinergi dengan Sekolah

Kegiatan pembinaan di SMKN PP Kualuh Selatan menjadi bagian dari langkah KPAD Labura untuk terus hadir dalam memberikan edukasi mengenai perlindungan anak.

Cegah Bullying di Sekolah, Ketua KPAD Labura Beri Edukasi ke Siswa
KPAD Labura menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dan membangun sinergi dengan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari bullying.

Kehadiran KPAD Labura sebagai narasumber juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada peserta didik mengenai pentingnya keberanian bersikap ketika menghadapi atau melihat tindakan perundungan.

Siswa tidak diharapkan menjadi pelaku bullying, tetapi juga tidak menjadi penonton yang memilih diam ketika perundungan terjadi. Sikap saling menghormati, berani menolak tindakan bullying, serta melaporkan kejadian kepada guru menjadi bagian penting dalam upaya bersama menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara KPAD dan pihak sekolah, edukasi perlindungan anak diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan.

KPAD Labura pun terus mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman kepada setiap anak untuk belajar, berinteraksi dan mengembangkan potensi dirinya.

KPAD Labura terus bergerak, bersinergi dengan sekolah, hadir bersama anak, dan bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman serta bebas dari bullying.


PENULIS: (Redaksi)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post