Rabu, 15 Juli 2026

author photo
WISATA SURABAYA
POSMETROSUMUT.COM | SURABAYA – Potensi besar Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal sebagai destinasi wisata unggulan di Surabaya Barat dinilai belum tergarap secara maksimal. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi akses masuk menuju kawasan wisata tersebut yang masih dianggap kurang memadai.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar segera melakukan pembenahan akses menuju Tahura Pakal. Menurutnya, perbaikan infrastruktur pendukung menjadi langkah penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tahura Pakal yang memiliki luas sekitar 6,86 hektare selama ini dikenal sebagai ruang terbuka hijau yang menawarkan suasana alami dan sejuk. Kawasan tersebut dipenuhi pepohonan rindang, dilengkapi danau buatan, area peternakan, hingga lokasi wisata offroad yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Meski memiliki potensi besar, Agus Mashuri menilai pengembangan wisata Tahura Pakal belum berjalan optimal karena masih terkendala aksesibilitas. Ia mengatakan, destinasi wisata yang baik harus didukung oleh kemudahan akses agar pengunjung merasa nyaman saat berkunjung.

“Pariwisata Tahura Pakal sebenarnya sudah mulai dikembangkan. Namun akses masuk menuju lokasi masih perlu dibenahi dan ditata dengan lebih baik,” ujar Agus Mashuri, Selasa (14/7/2026).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut optimistis bahwa pembenahan akses jalan akan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan sektor pariwisata di kawasan Pakal.

Menurutnya, jika akses menuju Tahura Pakal ditata secara serius, kawasan wisata tersebut berpotensi menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Surabaya maupun wisatawan dari luar daerah.

“Kalau akses masuk dibenahi dengan baik dan ditata secara maksimal, saya yakin pariwisata di Pakal bisa berkembang jauh lebih pesat,” katanya.

Potensi Besar Tingkatkan Pendapatan Daerah

Agus menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi penting terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pengembangan destinasi wisata harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menilai Surabaya memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satunya adalah Tahura Pakal yang memiliki konsep wisata alam dan edukasi yang cukup lengkap.

Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan infrastruktur yang memadai, kawasan tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak pengunjung setiap tahunnya.

“Ketika sektor pariwisata berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah melalui peningkatan PAD, tetapi juga masyarakat sekitar yang memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas wisata,” ujarnya.

Menurut Agus, pengembangan wisata yang terintegrasi dapat menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Kendala Parkir dan Akses Masuk

Sebagai putra asli Pakal, Agus mengaku memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi kawasan wisata tersebut. Salah satu yang paling sering dikeluhkan pengunjung adalah keterbatasan fasilitas penunjang, terutama area parkir dan akses jalan masuk.

Ia menyebut banyak masyarakat yang sebenarnya tertarik mengunjungi Tahura Pakal, namun urung datang karena menilai akses menuju lokasi belum nyaman.

“Kondisi di lapangan saat ini masih kurang memadai. Banyak warga yang ingin berkunjung, tetapi menjadi ragu karena akses masuknya belum mendukung,” jelasnya.

Selain itu, fasilitas parkir yang tersedia saat ini belum dikelola secara optimal oleh pemerintah. Menurut Agus, area parkir masih dikelola oleh warga setempat sehingga perlu penataan yang lebih baik agar mampu mendukung peningkatan jumlah wisatawan.

Ketersediaan area parkir yang representatif, lanjutnya, merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan sebuah destinasi wisata. Tanpa fasilitas tersebut, kenyamanan pengunjung akan berkurang dan berdampak pada minat kunjungan.

Akses Relatif Dekat, Tinggal Pembenahan

Agus menjelaskan bahwa sebenarnya akses menuju Tahura Pakal tidak membutuhkan pembangunan besar-besaran. Menurutnya, Pemkot Surabaya hanya perlu melakukan pembenahan pada beberapa titik yang selama ini menjadi kendala.

Ia menyoroti jalur yang berada di sekitar rel kereta api menuju kawasan wisata tersebut. Menurutnya, jarak yang perlu diperbaiki relatif pendek sehingga tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dibandingkan manfaat yang akan diperoleh.

“Akses yang berada di pinggiran rel kereta api itu sebenarnya tinggal sedikit lagi dibenahi. Dari arah stasiun di sisi timur, jaraknya sekitar 200 hingga 300 meter sudah bisa mencapai kawasan hutan kota,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Agus menilai tidak ada alasan untuk menunda pembenahan akses menuju Tahura Pakal. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar potensi wisata yang ada tidak terhambat oleh persoalan infrastruktur dasar.

Dorong Aktivitas Wisata dan Komunitas

Selain pembenahan akses jalan, Agus juga mendorong adanya pengembangan aktivitas wisata yang mampu menarik minat berbagai kalangan masyarakat.

Ia mengusulkan agar kawasan hutan cemara yang berada di sekitar Tahura Pakal dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan wisata berbasis komunitas. Salah satu ide yang disampaikan adalah pembangunan lintasan atau sirkuit untuk kegiatan wisata tertentu yang dapat menarik komunitas pecinta alam maupun olahraga.

Menurutnya, keterlibatan komunitas akan menjadi strategi efektif dalam meningkatkan popularitas destinasi wisata. Kehadiran berbagai kegiatan komunitas secara rutin dapat menciptakan keramaian dan meningkatkan eksposur kawasan wisata tersebut.

“Kita bisa mengajak berbagai komunitas agar tempat itu semakin ramai dan hidup. Dengan banyak aktivitas, masyarakat juga akan semakin tertarik untuk datang,” katanya.

Pengembangan wisata berbasis komunitas dinilai sejalan dengan tren pariwisata modern yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman dan aktivitas yang menarik bagi pengunjung.

Harapan untuk Pemkot Surabaya

Di akhir keterangannya, Agus Mashuri kembali menegaskan bahwa pembenahan akses jalan harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan Tahura Pakal. Menurutnya, kemudahan akses merupakan fondasi dasar yang menentukan keberhasilan sebuah destinasi wisata.

Ia berharap Pemkot Surabaya dapat segera merespons kebutuhan tersebut sehingga potensi wisata Tahura Pakal dapat berkembang secara maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Yang paling penting saat ini adalah akses jalan utama menuju destinasi wisata Tahura Pakal dibenahi terlebih dahulu agar memudahkan pengunjung,” pungkasnya.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Tahura Pakal diyakini memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Surabaya Barat. Keindahan lingkungan yang asri, keberadaan danau buatan, area peternakan, serta wisata offroad menjadi modal kuat untuk menarik wisatawan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah.


PENULIS:(SIGITSANTOSO)
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post