Senin, 22 Juni 2026

Pialapresiden ptpn III
POSMETROSUMUT.COM | RANTAUPRAPAT – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pembinaan sepak bola usia dini di daerah, secercah harapan muncul dari lingkungan perkebunan di Kabupaten Labuhanbatu. Anak-anak pekerja perkebunan yang tergabung dalam Persatuan Sepak Bola PT Perkebunan Nusantara III (PS PTPN III) berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Keberhasilan mereka menembus kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Utara menjadi bukti bahwa talenta-talenta muda dari kawasan perkebunan memiliki kemampuan bersaing jika diberi ruang untuk berkembang. Namun di balik capaian membanggakan tersebut, tersimpan harapan besar yang kini tertuju kepada Direksi PTPN III Holding dan PTPN IV PalmCo untuk memberikan dukungan nyata demi kelanjutan perjuangan para atlet muda tersebut.

Prestasi yang diraih PS PTPN III bukan sekadar kemenangan di lapangan hijau. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi representasi semangat juang, disiplin, dan kerja keras anak-anak pekerja perkebunan yang selama ini berlatih dengan segala keterbatasan.

Pelatih sekaligus Manajer PS PTPN III, Erwin Setiawan, SP, mengatakan bahwa tim Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 12 akan mewakili Kabupaten Labuhanbatu dalam ajang Piala Presiden Zona Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Medan.

Keberhasilan paling menonjol datang dari tim KU-12 yang sukses meraih gelar Juara Piala Presiden Zona Labuhanbatu 2026. Pada partai final yang berlangsung 20 Juni 2026, mereka tampil impresif dengan mengalahkan PS Bintara Muda Merah melalui skor meyakinkan 5-3.

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting karena membuka jalan bagi mereka untuk tampil di level yang lebih tinggi. Sementara itu, tim KU-10 juga menunjukkan performa yang tidak kalah membanggakan dengan berhasil menembus empat besar dan mengakhiri kompetisi di posisi keempat.

“Tim KU-10 dan KU-12 akan berangkat ke Medan membawa nama Kabupaten Labuhanbatu dan keluarga besar PTPN. Ini merupakan hasil kerja keras anak-anak yang selama ini berlatih dengan penuh disiplin dan semangat,” ujar Erwin, Senin (22/6/2026).

Perjalanan PS PTPN III ternyata belum berhenti sampai di sana. Tim KU-16 juga sedang bersiap menghadapi pertandingan penting pada babak semifinal Liga TopSkor Simalungun yang dijadwalkan berlangsung di Medan pada 5 Juli 2026 mendatang.

Laga tersebut memiliki arti strategis bagi masa depan para pemain muda. Jika berhasil melangkah lebih jauh, mereka berpeluang tampil dalam TopSkor National Championship 2026, salah satu kompetisi sepak bola usia muda paling bergengsi di Indonesia.

Bagi para pemain muda yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja perkebunan, kesempatan tersebut dapat menjadi pintu menuju jenjang yang lebih tinggi dalam dunia sepak bola nasional.

“Jika berhasil lolos, anak-anak ini berpeluang tampil di tingkat nasional. Ini kesempatan emas bagi putra-putra pekerja perkebunan untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Erwin.

Keberhasilan yang diraih PS PTPN III sesungguhnya memberikan pesan penting bahwa potensi atlet muda tidak hanya lahir dari kota-kota besar atau akademi sepak bola ternama. Talenta berbakat juga tumbuh di lingkungan perkebunan, desa, dan daerah yang selama ini mungkin belum banyak mendapat sorotan.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan generasi muda yang kompetitif. Namun pencapaian itu juga memperlihatkan satu kenyataan yang tidak bisa diabaikan, yakni keterbatasan dukungan pendanaan yang selama ini harus dihadapi tim.

Menurut Erwin, sebagian besar aktivitas pembinaan dilakukan secara swadaya. Mulai dari latihan rutin, kebutuhan perlengkapan, transportasi hingga keikutsertaan dalam berbagai turnamen selama ini ditopang oleh gotong royong para pelatih, orang tua pemain, serta masyarakat yang peduli terhadap perkembangan sepak bola usia dini.

Sebagian besar pemain yang memperkuat PS PTPN III merupakan anak-anak pekerja PTPN IV Regional I Kebun Rantauprapat dan masyarakat sekitar lingkungan perusahaan.

“Selama ini kami berjuang dengan kemampuan sendiri. Biaya latihan, transportasi hingga keikutsertaan dalam turnamen kami tanggung bersama secara gotong royong,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi alasan utama mengapa pihak manajemen tim berharap adanya perhatian dari Direksi PTPN III Holding maupun PTPN IV PalmCo. Dukungan yang dibutuhkan meliputi biaya transportasi menuju Medan, akomodasi selama kompetisi berlangsung, hingga kebutuhan konsumsi para pemain.

Harapan tersebut bukan semata-mata berbicara soal bantuan finansial. Lebih dari itu, dukungan perusahaan dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia di lingkungan perkebunan.

Pembinaan olahraga usia dini memiliki nilai strategis karena mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sehat, tangguh, serta memiliki semangat kompetitif yang positif.

“Anak-anak ini bukan hanya sedang mengejar kemenangan dalam sebuah pertandingan. Mereka sedang mengejar cita-cita dan masa depan. Di antara mereka mungkin ada calon pemain nasional, bahkan pemain yang suatu hari nanti mengharumkan nama Indonesia. Mereka hanya membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk terus melangkah,” tutur Erwin.

Apa yang dicapai PS PTPN III hari ini sejatinya merupakan kebanggaan bersama. Setiap kemenangan yang diraih adalah cerminan nilai-nilai kerja keras yang tumbuh dari lingkungan perkebunan. Setiap langkah menuju kompetisi yang lebih tinggi membawa nama baik Kabupaten Labuhanbatu sekaligus keluarga besar PTPN.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, para pemain muda tersebut kini bersiap menghadapi panggung yang lebih besar. Mereka akan membawa nama daerah dan perusahaan ke tingkat provinsi, bahkan berpeluang menembus kompetisi nasional apabila mampu mempertahankan performa terbaiknya.

Kini, harapan mereka sederhana. Bukan sekadar dukungan moral, melainkan perhatian nyata yang dapat membantu mewujudkan langkah berikutnya.

Bagi anak-anak pekerja perkebunan itu, dukungan perusahaan memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan biaya perjalanan atau akomodasi. Dukungan tersebut menjadi simbol bahwa perusahaan hadir bersama mereka, percaya pada potensi mereka, dan ikut menjaga mimpi-mimpi besar yang sedang diperjuangkan.

Karena sebelum meraih kemenangan di lapangan hijau, mereka terlebih dahulu membutuhkan kemenangan berupa kepedulian. Sebuah perhatian yang dapat menjadi energi tambahan bagi generasi muda Labuhanbatu untuk terus berlari mengejar prestasi, mengharumkan nama daerah, dan membawa kebanggaan bagi keluarga besar perkebunan hingga ke tingkat nasional.


PENULIS:(Afriyansyah)
POSMETROSUMUT.COM
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post