Selasa, 23 Juni 2026

author photo
kontras sumut
POSMETROSUMUT.COM | MEDAN – Fakta baru dalam kasus kematian Luis David Hutabarat (32) di area perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), mulai terungkap ke publik. Sejumlah saksi yang mengaku menjadi korban dalam peristiwa tersebut membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum petugas keamanan perusahaan dan seorang anggota TNI yang sedang bertugas melakukan pengamanan.

Kesaksian itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KontraS Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026). Para saksi mengaku mengalami intimidasi, ancaman, hingga tindakan kekerasan fisik yang berujung pada meninggalnya Luis David Hutabarat.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyebabkan hilangnya nyawa seorang warga, tetapi juga menyeret nama anggota TNI yang diduga berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

Berangkat ke Ladang, Berujung Tragedi

Salah seorang saksi korban, Jhoni (28), menjelaskan bahwa pada Selasa pagi (16/6/2026), dirinya bersama Luis David Hutabarat, Doni (29), dan Sutomi (31) pergi ke ladang milik keluarga Luis untuk membersihkan areal kebun.

Menurut Jhoni, mereka berangkat seperti biasa dan melintasi kawasan yang berada di sekitar areal perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara. Tidak ada peristiwa mencurigakan yang terjadi selama mereka berada di ladang.

Masalah mulai muncul ketika rombongan hendak pulang pada sore hari menggunakan dua unit sepeda motor. Saat melintasi sebuah persimpangan di kawasan perkebunan, mereka melihat sejumlah orang berkumpul di lokasi tersebut.

Tak lama berselang, mereka mengaku dikejar dan dihentikan oleh beberapa orang yang diduga merupakan petugas pengamanan.

Saksi Sebut Ada Ancaman Pembunuhan

Jhoni mengungkapkan bahwa seorang pria yang disebut sebagai Serma Buana Deli tiba-tiba menghentikan mereka sambil membawa parang.

Menurut kesaksian Jhoni, Luis diminta turun dari sepeda motor dan mendapat ancaman akan dibunuh. Luis kemudian menjelaskan bahwa mereka baru saja pulang dari ladang.

Merasa situasi tidak aman, Luis dan Jhoni memilih melanjutkan perjalanan untuk menghindari konflik. Namun, upaya itu disebut tidak berhasil.

Motor Ditabrak dari Depan

Tidak jauh dari lokasi pertama, sepeda motor yang ditumpangi Luis dan Jhoni disebut ditabrak dari arah berlawanan oleh seorang pria bernama Budiono yang diketahui merupakan petugas keamanan PT APN dan mantan anggota TNI.

Akibat benturan tersebut, keduanya terjatuh ke badan jalan.

Dalam kondisi itu, Jhoni mengaku melihat Budiono langsung menguasai Luis. Ia menyebut korban berada dalam posisi telungkup dengan tangan ditarik ke belakang.

Jhoni mengatakan dirinya sempat berniat memberikan pertolongan kepada Luis. Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah ia mengaku diancam menggunakan senjata tajam.

Karena takut menjadi sasaran berikutnya, Jhoni akhirnya melarikan diri dari lokasi sambil sesekali menoleh ke belakang untuk melihat kondisi rekannya.

Doni Mengaku Diancam Akan Ditembak

Kesaksian serupa juga disampaikan Doni (29). Ia mengaku sempat dihentikan dan diancam oleh Serma Buana Deli.

Menurut Doni, dirinya diminta untuk tidak bergerak dan diperintahkan membuang alat kerja yang dibawanya. Dalam situasi tersebut, ia mengaku mendengar ancaman akan ditembak apabila mencoba melawan.

Beberapa saat kemudian, Doni berusaha melarikan diri. Namun upaya itu gagal setelah dirinya dihadang oleh seorang pria yang disebut bernama Koi.

Doni mengaku ditendang hingga terjatuh ke semak-semak sebelum kemudian diborgol. Ia juga menyebut mengalami pemukulan menggunakan ganco pada bagian bahu kanan.

Sementara itu, Sutomi yang berada di lokasi disebut turut mengalami tindakan kekerasan fisik.

Momen yang Disebut Menjadi Detik-Detik Terakhir Korban

Setelah berhasil diamankan, Doni dan Sutomi dibawa menggunakan sepeda motor menuju lokasi lain di kawasan perkebunan.

Dalam perjalanan itu, keduanya melihat sepeda motor yang sebelumnya digunakan Luis tergeletak di jalan bersama kendaraan milik Budiono.

Tak lama kemudian, mereka mengaku melihat Luis sudah dalam kondisi lemas.

Doni menyebut seorang anggota TNI yang berada di lokasi turun dari sepeda motor dan menginjak bagian leher korban sambil mengucapkan kalimat yang mempertanyakan kondisi Luis.

Kesaksian tersebut menjadi salah satu bagian penting yang kini menjadi perhatian berbagai pihak dalam proses pengungkapan perkara.

Menurut Doni, tidak lama setelah kejadian itu, seorang petugas keamanan bernama Ilham menyatakan bahwa Luis sudah tidak bernyawa.

Baik Doni maupun Sutomi mengaku tidak mengetahui alasan mereka dicegat. Mereka menyebut tidak ada penjelasan ataupun komunikasi sebelumnya yang dapat menjelaskan mengapa tindakan tersebut terjadi.

“Kami tidak tahu apa masalahnya. Kami merasa langsung diserang begitu saja,” ungkap Doni dalam konferensi pers tersebut.

polres labuhanbatu

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Dalam perkembangan penyidikan, Polres Labuhanbatu telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Luis David Hutabarat.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya menyatakan bahwa ketiga tersangka berinisial BD, KMH, dan IFK.

Menurut kepolisian, tersangka BD diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sementara KMH dan IFK diduga terlibat dalam tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama.

Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke kejaksaan sebagai bagian dari proses penuntutan.

Para tersangka dijerat dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), termasuk pasal yang mengatur penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama.

Kodim: Oknum TNI Sudah Ditahan dan Diperiksa

Di sisi lain, Komando Distrik Militer (Kodim) 0209/Labuhanbatu memastikan bahwa oknum anggota TNI yang disebut dalam kasus tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji menyampaikan bahwa anggota aktif maupun pihak yang telah pensiun dan disebut dalam perkara ini telah menjalani proses pemeriksaan.

Menurut Hanung, anggota aktif yang dimaksud saat kejadian sedang melaksanakan tugas pengamanan di lingkungan PT Agrinas Palma Nusantara.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses pemeriksaan internal terhadap personel yang diduga terlibat sedang berlangsung.

Desakan Pengungkapan Secara Transparan

Kasus kematian Luis David Hutabarat kini menjadi perhatian berbagai kalangan, mulai dari organisasi masyarakat sipil, pegiat hak asasi manusia, hingga warga Labuhanbatu Utara.

Publik menanti hasil penyidikan yang menyeluruh untuk mengungkap secara terang peran masing-masing pihak dalam peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang warga tersebut.

Selain proses hukum terhadap para tersangka yang telah ditetapkan, perhatian juga tertuju pada hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain yang disebut dalam kesaksian para korban.

Transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang profesional dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penanganan kasus yang menyita perhatian luas di Sumatera Utara ini.


Penulis: (Redaksi)
www.posmetrosumut.com
Baca Juga:
Advertise

This post have 0 comments

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post